Selasa, Februari 20, 2018

Sepuluh Ciri Frugal Inovator

Saat memikirkan masa depan, banyak orang lupa memasukkan variabel keterbatasan masa depan. Apakah masih tersedia udara bersih, air bersih, sumber energi berbasis fosil? Sesungguhnya masa depan kita adalah masa depan yang penuh keterbatasan. Padahal, tugas pemimpin adalah berinovasi, namun tantangannya adalah masa depan yang SDA, dana, waktu, dan energinya penuh dengan keterbatasan. Maka, diperlukanlah suatu rumusan untuk tetap melakukan inovasi dalam suasana hemat, yang biasa disebut frugal innovation

Charles Leadbeater (2014) dalam bukunya The Frugal Innovator menyebutkan sepuluh karakteristik Frugal Inovator.

1. Bertanya tentang sesuatu yang tidak mungkin (Ask for What is Impossible)
Frugal Inovator selalu mengajukan pertanyaan yang seolah terdengar bodoh, bahkan terdengar gila. Pertanyaannya di luar pemikiran konvensional. Charlie Paton bertanya apakah mungkin membuat air bersih dari udara dengan hanya menggunakan tenaga matahari. Ralph Bistany bertanya apakah mungkin menciptakan sekolah dimana anak-anak mengajar diri mereka sendiri. Gyanesh Pandey bertanya apakah mungkin bagi yang orang paling miskin untuk mendapatkan listrik dari sampah yang mereka buang setiap hari. Madhav Chavan ingin tahu bagaimana membuat anak bisa sekolah dengan biaya hanya $10 per tahun.

2. Hadapi krisis, bergerak di posisi marjinal (Thrive on Crisis, Work in Margins)
Frugal inovator muncul saat terjadi krisis yang mengancam kelangsungan hidup mereka. Ancaman bagi eksistensi ini memicu respon radikal. Singapura merancang sistem daur ulang airnya karena, kalau tidak melakukannya Singapura akan mengalami kekeringan dan penjatahan air. Krisis melahirkan rasa urgensi dan kesamaan tujuan. Pendekatan konvensional, yang biasanya berhasil dalam kondisi normal, harus dibuang. Frugal inovator juga sering mulai dari area marjinal, ceruk yang diabaikan oleh perusahaan besar dan pemerintah. Mereka tidak bergabung dengan kekuatan besar yang memiliki banyak sumber daya. Mereka berada di pinggiran, sehingga memberi mereka sudut pandang yang memungkinkan mereka melakukan hal yang baru.

3. Welcome constraints
Frugal Inovator menyambut kendala. Ia tidak membenci hambatan. Hambatan menjadi pendorong inovasi radikal. Kendala diubah menjadi manfaat. Frugal inovasi seperti aikido, seni bela diri yang intinya menggunakan gerakan, kekuatan, bahkan berat badan lawan untuk mengalahkannya. Inovasi tradisional biasanya dimulai dengan membebaskan inovator dari kendala, memberi mereka waktu, uang, dan tempat untuk membayangkan masa depan dan merancang sesuatu. Tapi frugal inovator bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Hambatan yang ekstrim justru mendorong kreativitas mereka. Kang Yoto, Bupati Bojonegoro memasang spanduk 'Selamat datang Banjir', karena ia berhasil memanfaatkan air banjir untuk mengatasi kekeringan di wilayah lainnya.

4. Learn to be Lean
Frugal Inovator selalu bertanya: apakah ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih ramping, dengan sumber daya yang lebih sedikit tanpa menghabiskan energi besar? Proses perampingan berusaha mendekatkan pembuatan keputusan dengan ujung akhir proses, misalnya pelanggan di toko, di kelas, di tempat tidur pasien. Semakin banyak birokrasi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan dan semakin banyak waktu dan sumber daya lain terbuang. Frugal inovastor terus berupaya menghapus setiap keterlambatan, pengalihan, dan segala bentuk kesia-siaan.

5. Simplify
Frugal Inovator bertanya bagaimana produknya dapat disederhanakan dengan cara yang paling elegan dan efektif untuk memfokuskan sumber daya pada hanya sesuatu yang menghasilkan nilai paling besar bagi konsumen. Ini berarti benar-benar memahami apa yang penting bagi konsumen dan berfokus pada fitur utama. Produk didesain ulang sehingga bisa menghilangkan kebutuhan akan panduan detil, pengetahuan khusus, dan kondisi khusus. Kesederhanaan bukan hanya tentang membuang fitur dari produk yang kompleks. Sebuah produk baru dapat terasa sederhana jika mudah digunakan, seperti semprotan oksitosin yang berbentuk aerosol. Alarm asap adalah solusi sederhana, berbiaya rendah, terdistribusi, preventif dan solusi hemat bagi tantangan untuk memastikan orang tidak mati dalam kebakaran. Ini membantu mencegah kebakaran. Mesin pemadam kebakaran adalah layanan mahal, besar dan layanan spesialis yang sangat penting dalam keadaan darurat. Kita  membutuhkan lebih banyak solusi alarm asap.

6. To Create Value, Share it
Frugal inovator menganggap penting aspek sosial dari bisnis mereka. Mereka membagikan ilmu mereka dengan cara memperlengkapi orang agar dapat memecahkan masalahnya sendiri. Ia mengejar bentuk organisasi koperasi (do-it-together). Ia bekerja sama, memberi kesempatan, serta mempekerjakan orang yang berasal dari masyarakat yang mereka layani. Dari situ mereka mendapatkan akses informal, bentuk pengetahuan tacit yang sangat berharga.

7. Waste is Fuel
Frugal inovator mencari solusi yang ramping, simple, biaya rendah, dan ramah lingkungan. Frugal sistem dalam hal air dan energi harus di desain agar memenuhi siklus alami, dapat di reuse, recycle, repurpose dan di-remake berulang-ulang. Maka Frugal inovator akan mengintip ke area limbah. Ia melakukan ‘re’-thinking sehingga mampu menggunakan apa yang sudah ada dengan lebih baik.

8. Blend, Do Not Invent
Frugal innovators tidak sibuk melakukan 're-inventing the wheel'. Mereka ahli mencampur dan mengombinasikan solusi. Mereka menciptakan solusi baru dengan teknologi yang tidak terlalu baru, proven, tried-and-tested, yang mudah di-maintain, sederhana penggunaannya dan murah. Mereka suka meminjam ide bagus yang sudah ada.

9. Think Like a Movement
Inovasi akan berdiam di tempat jika tidak disebarkan sebagai sebuah gerakan massa.
Madhav Chavan menciptakan gerakan pendidikan di India. Suresh Kumar menciptakan gerakan yang membuat orang men-support dan menemani pasien yang berada di akhir hidupnya. Singapore memenuhi kebutuhan airnya sendiri dengan menciptakan gerakan konservasi dan penggunaan air di masyarakatnya. Frugal inovator memikirkan hal yang akan ia ubah dan membuat gerakan massa untuk mendukungnya. Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, berhasil membuat gerakan para PNS di wilayahnya untuk membeli beras dari petani di daerahnya sendiri. Ia juga membuat gerakan 'Bela Kulonprogo, Beli Kulonprogo'. Semua warganya membeli batik hanya yang diproduksi Kulonprogo. Tentu saja ini meningkatkan pendapatan daerah dan ekonomi meningkat.

10. Innovate New Business Models
Frugal innovator menghabiskan energi besar untuk mengubah bisnis modelnya. Bagaimana cara mereka menciptakan value, membagikannya pada konsumen, investor, dan karyawan. Business model innovation adalah hal penting dalam rangkaian inovasi. Sebuah Rumah sakit jantung di India memiliki bisnis model yang memampukan mereka memberikan perawatan kelas satu dan operasi gratis pada pasien tertentu, tanpa mengurangi hak pekerjanya. Misi sosial semacam ini justru memotivasi para dokter untuk juga menyumbangkan bayarannya saat melayani pasien tertentu itu.

 
dhw

Bisnis paling kreatif di masa depan akan membuat kita hidup lebih baik dengan memanfaatkan sumber daya yang makin sedikit. Itulah pentingnya melatih kemampuan frugal innovation sejak sekarang.

Diringkas dari Charles Leadbeater, 2014, The Frugal Innovator.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar