Sabtu, Februari 07, 2015

Leadership and Parenting, Same Purpose Same Skill

Seorang anak usia 9 tahunan, sudah cukup besar, menangis sambil berteriak-teriak meminta dibelikan tab merk terkenal pada orang tuanya di tengah pertokoan. Ia menangis, berguling-guling di lantai, sengaja membuat semua orang melihat. Orang tuanya tampak berusaha membujuk. Memberi merk yang lebih murah. Namun, anak itu telah belajar, bila ingin sesuatu... menangislah. Semakin keras, semakin terpenuhi. Orang tua tampak bingung, malu pada tatapan banyak orang, dan akhirnya segera mengabulkan permintaan anaknya.

Di lain tempat, seorang anak perempuan diam-diam membuka situs porno di laptopnya. Orang tuanya memberi setumpuk besar larangan, dengan sejumlah pengawasan ketat. Toh, si anak tetap dapat sembunyi-sembunyi melanggarnya.

Di tempat berbeda lagi, seorang anak perempuan dan orang tuanya berdialog tentang kapan ia mulai boleh berpacaran. Mereka beradu argumen, bertukar pikiran, namun dalam suasana yang bersahabat dan solutif. 

Ketiga kasus dramatis di atas menunjukkan tipe pola asuh yang berbeda antara orang tua satu dan lainnya. Bila ingin dikategorikan, mungkin bisa masuk dalam penggolongan paling mudah yaitu permisif, diktator, dan demokratis.

Dalam skala yang berbeda, kasus serupa bisa terjadi dalam dunia kerja. Pemeran anak adalah bawahan, sedangkan orang tua adalah atasan. Leader dan orang tua punya tugas yang mirip. Tujuannya pun sama. Untuk itu dibutuhkan skill set yang mirip pula.

Keberhasilan seorang leader adalah saat orang-orang di bawahnya bertumbuh dalam pengasuhannya. Maka pemimpin yang terintegrasi (integrated leader) adalah seperti orang tua. Dalam parenting, tugas orang tua adalah mengasuh anak, menetapkan batas, memberi bimbingan dan dukungan, mengklarifikasi harapan dan tanggung jawab, memungkinkan mereka untuk membuat kesalahan, dan membuat mereka bertanggung jawab.

"Sukses" Anda sebagai orangtua ditentukan oleh kemampuan Anda untuk membantu anak-anak Anda tumbuh baik secara intelektual maupun emosional. Anak menjadi orang yang bertanggung jawab, produktif, dewasa, dan penuh kasih. Keberhasilan sebagai pemimpin dalam dunia bisnis juga terkait dengan kemampuan untuk membantu bawahan berkembang menjadi pribadi yang puas, termotivasi, bertanggung jawab, menjadi seniman yang produktif.

Pemimpin perlu memberi bimbingan dan dukungan dan kontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan orang lain. Kekuatan untuk ini bukan datang dari keinginan pemimpin untuk menjadi "lebih" orang lain, tapi menginginkan orang lain lebih hebat dari Anda sebagai pemimpinnya. Bawahan akan hidup di masa depan, menghadapi tantangan yang semakin sulit. Karena itu, seperti halnya setiap orang tua ingin anaknya menjadi lebih hebat darinya, pemimpin semestinya menginginkan hal yang sama.

Sebagai pemimpin, Anda perlu memiliki mentalitas membantu bawahan. Inilah inti dari servant leadership. Bukan menjadi pembantu dari bawahan, tapi memenuhi kebutuhan emosional bawahan. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengintegrasikan kebutuhan bawahan dengan kebutuhan Anda sendiri. Mereka bahagia, anda bahagia. Mereka membutuhkan Anda dan Anda membutuhkan mereka.

Sebagai pemimpin, Anda juga bertanggung jawab untuk kesejahteraan mereka dan pembangunan kehidupan fisik, emosional, dan spiritual mereka. Keberhasilan mereka mencerminkan kesuksesan Anda. Anda tidak akan berhasil tanpa mereka, dan mereka tidak akan berhasil tanpa Anda. (dhw)

Reference: Coaching Yourself to Leadership, Five Key Strategies for Becoming an Integrated Leader. Ginny O’Brien. 2006. HRD Press, Inc. Amherst, Massachusetts.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar