Rabu, Agustus 20, 2014

Kesulitan Berbuah Inovasi

Out of adversity comes opportunity. #Benjamin Franklin

Pernah mendengar nama kota Sekayu? Kota ini terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Penduduknya cuma sekitar 561.458 jiwa (sensus 2010). Kabupaten ini kaya akan buah dan sayuran, namun memiliki persoalan yang berkaitan dengan listrik.

Di tengah kesulitan tersebut, tampil dua anak daerah Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri, dari SMAN 2 Sekayu. Mereka membuat kulkas penyimpan buah dan sayuran yang tidak menggunakan listrik dan freon. Mereka menamakannya Green Refrigerant Box. Alat ini terbukti mampu mengubah suhu dari 28 derajat celcius menjadi 5,5 derajat celcius, dalam waktu 2 jam 20 menit.

Mau tahu rahasianya? Dikutip dari situs resmi Intel ISEF 2014,

"The alternative solution is using Green Rerigerant Box (GRB) by utilizing gelam wood as activated carbon adsobent and modified vacuum pump as a substitution of electricity. As the first step is designing and assembling GRB using clean cans, hose, copper and plastic box. Then it will be continued with working of system using 300 gram mass of activated carbon adsorbent and 100 ml, 300 ml, 400 ml volume of ethanol."

Hebat, kan? Tidak tanggung-tanggung, mereka meraih dua penghargaan dalam Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat, bulan Mei 2014 kemarin. Penghargaan pertama adalah the Development Focus Award senilai US$10,000 dari the U.S. Agency for International Development (USAID). Yang kedua penghargaan senilai US$ 1,000 di kategori Engineering, Materials, dan Bioengineering.

Jadi, kesulitan geografis bisa menghasilkan kreativitas dan inovasi. Maju terus Anak Indonesia.

BTW... duitnya buat mereka atau nggak ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar