Sabtu, Juli 05, 2014

Learn from our Kids


Ada empat hal yang perlu dipelajari orang dewasa dari anak kecil, terutama bila saya hubungkan dengan PEMILU Presiden 9 Juli 2014 ini.

Pertama, kids tend to see everybody as a special.
Anda pernah melihat mata seorang anak ketika anda perkenalkan kepada tokoh dalam film kartun? Mereka memandang setiap tokoh dengan kagum. Di mata mereka, setiap tokoh itu unik dan spesial. Tidak ada tuduhan, tidak ada stereotip, atau fitnah di hati anak-anak. Cobalah pandang setiap capres dan pendukungnya hanya dari sisi positifnya saja. Kemungkinan diri Anda akan merasa lebih damai. Semua informasi negatif di-skip saja. Percayalah informasi negatif hanya akan merusak diri kita.

Kedua, kids tend to be happy without any reason.
Anak-anak bisa bahagia tanpa alasan apapun. Energi mereka disalurkan untuk tertawa, berlari, bermain. Pahami peristiwa pemilu ini sebagai pesta seluruh rakyat Indonesia. Sebagai sesama saudara yang sedang mengalami euphoria. Jadi tidak perlu terlalu sensi. Santai aja.

Ketiga, kids forgive easily.
Anak-anak bisa dengan mudah mengampuni siapapun yang bersalah. Mereka dengan cepat melupakannya. Mereka mampu bermain kembali dengan riang, walaupun baru saja bertengkar. Pemilu kali ini punya potensi merusak persahabatan, persaudaraan, bahkan pernikahan. Miliki sifat ini. Kalau kita tersinggung, segera netralisir perasaan Anda.

Terakhir, kids are not worry about tomorrow.
Mereka tidak cemas tentang hari esok. Hari ini memikirkan hari ini, besok sudah diatur orang tuanya. Kalau si A jadi presiden maka Indonesia akan bla bla bla. Kalau si B jadi presiden maka bla bla bla. Belajarlah dari anak-anak. Tidak perlu cemas.

Empat langkah ini tampaknya mendangkalkan persoalan. Memang itulah poinnya. Saya ingin membuatnya menjadi sederhana saja. Ingatlah bahwa PEMILU adalah peristiwa temporary, berlaku 5 tahun. Hidup masih panjang. Bangsa ini sudah pernah melalui berbagai hiruk pikuk kehidupan bernegara, dan sanggup melaluinya.

Yang paling penting adalah, menyadari bahwa ada pribadi yang lebih besar dari semua hiruk pikik ini. Pribadi ini mampu mengatasi semua masa. Ia ada di setiap peristiwa. Dialah Tuhan. Segala sesuatu ada dalam kendali-Nya, ada dalam rencana-Nya.

Jadi, simple saja. Ambil peran anda. Berdoa, pilih yang menurut Anda terbaik. Dan nantikan pengaturan Tuhan atas hasilnya. (dhw)

Rom 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.