Kamis, April 10, 2014

Programmer yang Berbagi Ilmu

Knowledge sharing adalah sebuah aktivitas membagikan dan/atau mempertukarkan ilmu antar orang, teman, keluarga, komunitas, atau organisasi. Perusahaan saat ini mengenali bahwa pengetahuan masing-masing karyawan yang diubah menjadi pengetahuan bersama adalah aset perusahaan yang penting dalam mempertahankan kemampuan kompetisi.

Salah satu profesi yang paling sulit menerapkan knowledge sharing adalah programmer software. Mereka biasa merenung, menulis kode, mengevaluasi, melakukan trial, mengulangi lagi, dan seterusnya, dalam kesendirian. Akibatnya, proses yang terjadi dalam pikiran seorang programmer biasanya akan sulit diikuti dan dipahami orang lain, bahkan sesama programmer. Akibatnya knowledge sharing tidak terjadi. Saat seorang programmer memutuskan untuk resign atau pindah company, lenyaplah semua pengetahuan perusahaan tentang seluk beluk program yang ditugaskan pada sang programmer. Tentu hal ini merugikan perusahaan.

Rich Sheridan dari Menlo Software memiliki solusi cerdas untuk mengatasi hambatan knowledge sharing di kalangan programmer. Ia memutuskan untuk mendesain ulang cara kerja karyawan dalam penciptaan software.

Pertama ia menentukan tujuan akhirnya. Ada dua hal yang menjadi tujuannya. Pertama, ia tidak ingin masing-masing programmer menjadi semacam pemilik tunggal dari ilmu tertentu. Ini akan membuat mereka menjadi begitu penting, sehingga manajemen sulit memberi mereka liburan. Kedua, ia ingin memastikan setiap individu untuk tidak merasa sendirian, terisolasi, atau terputus hubungannya dengan sesama programmer lain. Jadi ia menentukan strategi dan melakukannya.

Rich menempatkan para pembuat kode dalam tim berisi dua orang yang berbagi satu komputer. Awalnya keputusan itu mempersempit gerak semua orang. Semua orang ingin duduk di meja kendali dan menulis kodenya sendiri. Namun dengan segera, mereka menemukan irama kerja yang baik. Secara bergantian, satu orang menulis, satu orang membantu mendesain sekaligus mengawasi. Ternyata saat berada di pihak "mengawasi", mereka mudah sekali melihat kesalahan. Efeknya waktu kerja yang biasanya dipakai untuk memperbaiki kesalahan turun dari 40% sampai menjadi 0%. Cara ini juga berhasil menghilangkan "silo pengetahuan", situasi yang hanya bisa dimengerti oleh satu orang.

Sekarang mereka memiliki dua atau lebih ahli yang melakukan suatu pekerjaan. Setiap orang memiliki orang lain yang bisa diandalkan. Sejak saat itu, manajemen tidak pernah menolak permintaan untuk cuti. Dengan menciptakan pasangan yang saling bergantung, produktivitas meningkat, waktu pengerjaan menjadi lebih cepat, dan semangat kerja tercipta.


Jadi, untuk pekerjaan yang paling sulit membagi pengetahuan saja, proses knowledge sharing bisa terjadi. Bagaimana dengan knowledge sharing di bidang Anda? 

#dhw #employee.engagement #mastery #knowledge sharing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar