Selasa, April 08, 2014

Menikah dengan Perusahaan

Seorang karyawan menikah dengan perusahaan? Mungkinkah? Mungkin! Menikah dengan perusahaan artinya karyawan menjadi loyal, berdedikasi tinggi, mengabdi, tidak selingkuh, dan tidak ingin pindah ke lain hati (company). Inilah yang disebut sebagai kondisi employee yang sudah engaged.
Istilah employee engagement akhir-akhir ini menjadi trending topic dalam dunia HRD atau sumber daya manusia. Tahun 2000an, saat seseorang mengetik employee engagement di kolom search akan menghasilkan 5000 hasil. Namun saat ini, akan muncul 38,5 juta hasil. Ini menunjukkan minat yang sangat besar akan topik ini.
Employee engagement sendiri adalah kondisi dimana seseorang karyawan merasa begitu cinta pada value yang ada pada perusahaannya, sehingga ia melakukan pekerjaannya dengan maksimal demi kemajuan organisasi.
Harter (2009), meneliti 32.394 unit bisnis dengan 955.905 pekerja. Jumlah itu adalah kumpulan dari 152 organisasi dalam 44 jenis industri di 26 negara. Sebuah penelitian raksasa, bila melihat jumlah subyek dan lingkup bisnis yang diteliti. Penelitian ini tercantum dalam sebuah jurnal berjudul : Q12 Meta-Analysis: The Relationship Between Engagement at Work and Organizational Outcomes. Ia mencoba mencari hubungan antara employee engagement (EE) dan produktivitas organisasi. Hasilnya menceritakan bahwa organisasi yang karyawannya memiliki level employee engagement tinggi akan memiliki produktivitasnya 25% lebih banyak dari organisasi yang karyawannya memiliki EE rendah. Lebih lanjut, diungkapkan oleh Harter dkk, organisasi yang karyawannya ber-EE tinggi, tingkat kualitas produknya 60% lebih baik dari EE rendah. Masih ada lagi, diungkapkan bahwa karyawan yang EE rendah menghasilkan produk yang tingkat cacatnya 60% lebih tinggi daripada karyawan yang EE tinggi.
Penelitian lain dilakukan oleh Gonring (2008), menyimpulkan bahwa ada perbedaan 1000 persen error produk, antara karyawan yang disengaged dan engaged.
Taleo (2009), meneliti karakteristik karyawan yang sering mendapat penghargaan dalam organisasi. Hasilnya karyawan yang engaged dua kali lipat lebih sering menjadi top performer.
Bagaimana proses pembentukan engagement ini? Pertama kali adalah adanya value yang aligned antara pribadi dan company. Kemudian ada faktor-faktor eksternal standar yang membentuk kepuasan kerja. Contohnya gaji, fasilitas, apresiasi, dan lain-lain. Banyak sekali teori kepuasan kerja yang menjelaskan ini. Namun, engagement tidak sekedar puas karena adanya faktor eksternal. Ia masuk ke level internal. Motivasi dan kebahagiaannya berasal dari dalam dirinya. Bagaimanapun juga, sekali lagi, semua ini dimulai dari aligning value dan tindakan perusahaan.
Maka, perlulah setiap perusahaan menyadari faktor-faktor apa yang menjadi pemicu dimulainya langkah employee untuk berjalan ke arah engagement. Semua ini akan dipelajari dalam pelatihan "Employee Engagement Mentality".

2 komentar:

  1. Artikel yang menarik kalau di lihat dari google trend

    http://www.google.com/trends/explore#q=employee%20engagement

    Pencarian akan kata kunci "Employee Engagement" meningkat terus.

    Untuk perusahaan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan employee engagement tersebut?

    BalasHapus
  2. Thanks responnya. Apa yg harus dilakukan perusahaan? Nanti saya tulis di artikel berikut ya.

    BalasHapus