Senin, April 21, 2014

Hai Pemimpin, siapa penggantimu?

Reginald Jones
Pemimpin yang mengembangkan bawahan akan membawa perusahaan melesat ke peningkatan yang tak terduga. Sebelum Jack Welch menjadi CEO, General Electric (GE) bernilai USD 26,8 milyar (thn 2000). 1 tahun sebelum pensiun, nilai perusahaan meningkat menjadi USD 130 milyar. Ketika Welch meninggalkan GE, nilainya melesat menjadi lebih dari USD 410 milyar (thn 2004), membuatnya menjadi perusahaan paling berharga dan paling besar di dunia.

Kepemimpinan Jack Welch memang luar biasa. Namun, ada hal penting yang diungkap oleh Collins dan Porras dalam buku legendarisnya "Build to Last". Mereka mengungkapkan bahwa Jack Welch muncul dari sebuah tradisi pembinaan dan perencanaan suksesi yang sangat kuat yang ada dalam budaya GE.

CEO GE sebelumnya adalah Reginald Jones. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyeleksi Welch dari sekelompok kandidat yang sangat bermutu. Sebagai catatan, hampir semua kandidat ini pada akhirnya memimpin perusahaan besar. Jones bersikeras untuk menjalankan proses yang sangat panjang, menguras keringat, dan dengan bersusah payah mempertimbangkan setiap kandidat yang memenuhi syarat, semata-mata untuk mendapatkan yang terbaik. Hasil usahanya terbukti menjadi contoh terbaik bagi perencanaan suksesi terbaik dalam sejarah perusahaan.

Bagaimana cara Jones menaikkan Welch? Ia memulainya tujuh tahun sebelum suksesi dilakukan. Ia membuat sebuah dokumen "A Road Map for CEO Succession", yang sampai saat ini menjadi pedoman suksesi di GE. Pertama, bersama eksekutif HRD, ia menghabiskan waktu dua tahun untuk memilih 96 orang terbaik dari lingkungan internal GE. Daftar itu kemudian menciut menjadi 12 dan menjadi 6.

Enam orang terbaik ini, salah satunya adalah Welch, ditunjuk menjadi sector executive, yang bertanggungjawab langsung pada CEO. Dalam waktu tiga tahun selanjutnya, Jones menilai, menantang, meng-interview, memberi tugas, dan mengevaluasi dengan sangat teliti. Salah satu pertanyaan yang melegenda adalah airplane interview. Sang CEO bertanya, "Saya dan Anda sedang terbang dengan pesawat milik perusahaan. Pesawat itu tiba-tiba kecelakaan. Saya dan Anda meninggal. Siapa yang seharusnya menjadi pemimpin General Electric?" Jawaban dari pertanyaan ini akan memperlihatkan kedewasaan karakter, kejauhan visi, problem solving, bahkan kreativitas dan kemampuan lateral thinking seseorang.

Sejarah mencatat, Welch-lah yang akhirnya memenangkan kontes melelahkan dan membutuhkan daya tahan itu. Welch mampu secara konsisten menunjukkan prestasinya.

Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang lahir dari kawah candradimuka. Ia mampu bertahan dalam segala tantangan. Ia disiapkan. Ia diuji. Ia diberi tantangan dan ia konsisten berjuang. Welch tidak selalu menang dalam kontesnya, tapi konsistensi perjuangannya menonjol.

Namun, lebih hebat lagi adalah pemimpin yang melakukan persiapan untuk mengganti dirinya. Jones melakukannya dengan susah payah. Ia adalah pemimpin yang melahirkan pemimpin. Pemimpin yang memikirkan sustainability perusahaannya. Maka.... pertanyaanya sekarang .... Hey Leaders, apakah Anda sudah menyiapkan pengganti Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar