Selasa, April 29, 2014

CEO yang Berubah

Dalam sebuah artikel berjudul "What You Don't Know About Dell" di Bloomberg Businessweek Magazine, terungkaplah kisah berikut ini.

Musim gugur 2001, CEO Dell Michael S. Dell dan Presiden Dell Kevin B. Rollins merasa yakin bahwa perusahaan itu pulih dari krisis global dalam penjualan PC. Mereka merasa kuat. Mereka juga menyimpulkan, karyawan merasa bangga dan puas.

Namun hasil survey kepuasan kerja karyawan, memukul mereka dengan keras. Wawancara internal mengungkapkan bahwa bawahan merasa, Dell (38 th) adalah orang yang tidak perhatian, penyendiri, impersonal, tidak punya perasaan. Sementara Rollins (50 th) dipandang sebagai otokratis, memaksakan kehendak, dan tidak ingin tahu gagasan orang lain. Banyak orang tidak puas, dan ketidakpuasan itu menyebar. Kesimpulan dari survey itu mengerikan. Separuh dari karyawan Dell akan pergi jika mereka mendapat kesempatan.

Pada kebanyakan raksasa industri lain, orang selevel CEO dan Presiden kemungkinan besar akan mengabaikan kritik dan jalan terus dengan berbagai kepribadian mereka. Namun hal ini tidak terjadi pada Dell dan Rollins. Mereka memutuskan untuk mengurus keluhan itu.

Dalam seminggu berikutnya, Dell mengadakan meeting dengan 20 manajer utamanya dan melakukan kritik-diri yang jujur di depan mereka. Ia mengakui bahwa ia sangat pemalu dan kadang-kadang membuatnya tampak sebagai penyendiri dan sulit didekati . Dia berjanji membentuk ikatan yang lebih kuat dengan timnya. 

Manajernya sangat terkejut saat mereka diberitahu hasil tes kepribadian Dell yang menunjukkan bahwa ia seorang introvert ekstrim. Brian Wook, kepala penjualan sektor publik menyatakan, “Apa yang diucapkannya sangat berpengaruh. Pasti tidaklah mudah baginya untuk melakukan hal itu.”

Dell tidak berhenti sampai di situ. Ia menayangkan video percakapannya itu, kepada setiap manajer yang jumlahnya ribuan. Dell dan Rollins berkomitmen untuk berubah dengan membuat tanda pengingat. Mainan bolduser plastik untuk Michael Dell, mengingatkan dia untuk tidak melindas gagasan orang lain. Boneka Curious George mendorong Rollins untuk mendengarkan pendapat timnya sebelum membuat keputusan.

Mereka adalah contoh pemimpin yang cerdas emosi. Salah satu hal yang mendasar yang mereka lakukan adalah berani mengakui kekurangan mereka, dan berkomitmen untuk memperbaikinya. Hal ini mudah bila Anda adalah seorang bawahan tingkat rendah. Namun akan menjadi hal yang sulit dilakukan pada level jabatan tinggi.

Bagaimana dengan Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar