Rabu, November 28, 2012

Take a moment to listen


Take a moment to listen
To what your children are trying to say;
Listen today, whatever you do
Or they wont’ be there to listen to you.

Listen to their problems. Listen for their needs,
Praise their smallest triumphs, praise their smallest deeds;
Tolerate their chatter, amplify their laughter.


Find out what’s the matter; find out what they’re after.

But tell them that you love them, every single night;
And though you scold them, be sure you hold them;
Tell them “Everything’s all right; tomorrow’s looking bright.”


Take a moment to listen today.
To what your children are trying to say;
Listen today, whatever you do.
And they will come back to listen to you!!

Dr. Denis Waitley

(Ambil waktu untuk mendengarkan
Apa yang hendak dikatakan anak Anda
Dengarkan hari ini, apa pun yang sedang Anda lakukan
Atau mereka akan juga tak mendengarkan Anda

Dengarkan masalah-masalah mereka
Dengarkan kebutuhan-kebutuhan mereka
Pujilah kemenangan terkecil mereka
Pujilah perbuatan terkecil mereka
Berilah toleransi pada sikap mereka yang banyak bicara
Perkeras tawa mereka


Carilah apa yang penting buat mereka,

Cari tahu apa yang mereka kejar,
Katakan bahwa Anda mengasihi mereka, setiap malam
Dan meskipun Anda memarahi mereka,
Pastikan Anda memeluk mereka
Dan katakan, "Semuanya akan baik-baik saja. Esok hari akan cerah."


Ambil waktu sekarang untuk mendengarkan
Apa yang hendak dikatakan Anak Anda
Dengarkan sekarang, apa pun yang sedang Anda lakukan
Dan mereka akan datang kembali untuk mendengarkan Anda.)

Kamis, November 08, 2012

Andik Vermansyah

Salah satu tokoh yang ingin saya kenalkan adalah Andik Vermansyah. Ia lahir 23 November 1991 di Jember. Ia pemain bola di Persebaya Surabaya. Gayanya mirip dengan Lionel Messi. Ia termasuk "the greatest talents in football" Indonesia. Bahkan ia termasuk dalam 1 dari 10 pemain Asia yang ingin dilihat orang versi ESPN Soccernet.
Ternyata masa lalunya bukan masa lalu yang enak. Andik lahir dari seorang ayah yang profesinya kuli, dan ibunya seorang penjahit. Sejak kecil ia suka dengan sepakbola. Awalnya ortunya tidak mendukung ia untuk menjadi pemain bola. Namun, ia tetap bertahan. Ia bahkan jualan es dan kue untuk bisa bertanding di klub kecil dan akhirnya bisa membeli sepatu bola.
Akhirnya seorang tallent scout bernama Rudi melihatnya dan mengajak masuk sekolah bola di Jember dengan gratis.
Pengalaman istimewanya adalah, ia pernah bermain bersama tokoh sepakbola dunia dan bahkan dikagumi oleh mereka, misalnya David Beckham (LA Galaxy) dan Cambiasso (Inter Milan). Mereka memberikan kaosnya kepada Andik. Saat ini, ia masih memiliki impian bermain bersama Cristiano Ronaldo.
A dream doesn't become reality through magic; it takes sweat, determination and hard work. (Colin Powell).