Rabu, September 19, 2012

Florence May Chadwick

Wanita ini lahir di San Diego, 19 Mei 1918. Ia suka berenang sejak kecil. Chadwick menang lomba renang pertama kali di umur 10 tahun.
Pada tanggal 8 Agustus 1950, dia menyeberangi selat Inggris dalam waktu 13 jam 20 menit, mengalahkan rekor Gertrude Ederle. Setahun kemudian ia menyeberangi dari arah sebaliknya dalam waktu yang lebih lama karena arus yang deras yaitu 16 jam 22 menit.
Pada tahun 1952, Chadwick mencoba menyeberangi selat antara Catalina Island dan California (42 km). Saat dia mulai, dia tertabrak perahu kecil yang sedang menjagai ikan hiu. Ia pun terluka. Saat itu perahu sudah berusaha ingin menaikkannya. Tapi ia bertahan.
Setelah 15 jam berenang, kabut tebal turun, sehingga ia tidak dapat melihat dimana tujuan akhirnya. Ia berkata kepada ibunya di perahu yang mendampinginya bahwa ia ingin menyerah. Ibunya menyemangati. Dia pun masih berenang lagi satu jam kemudian, sampai akhirnya ia benar-benar merasa tidak sanggung dan minta dinaikkan.
Saat duduk di perahu, kabut terangkat. Dia baru bisa melihat bahwa ia hanya tinggal 1,5 km lagi dari garis pantai. Ia pun menangis menyesali keputusannya untuk berhenti berenang.
Dua bulan kemudian, Chadwick mencoba lagi. Kali ini berbeda. Kabut tebal tetap turun, tapi ia sampai ke tujuan karena ia membayangkan garis pantai sudah dekat.

Elaine Marlene

Gadis muda kelahiran 16 Februari 1987 ini adalah pendiri dan koki kepala Bittersweet Corner: fruit tart, kue yang tersohor di antara warga Indonesia di Boston, A.S. Ia juga pemilik sebuah kedai pastri di Plaza Indonesia lantai 3.
Ia bukan seorang workaholic yang gila mencari uang. Semua itu hanya jalan untuk menopang kerja utamanya membangun pendidikan bagi anak-anak miskin. Ia mendirikan GIFTS (Greater Indonesia Future Through Sponsorship) di Boston yang kerjanya menyelenggarakan event-event/party.
Saat bercerita tentang bittersweet corner yang didirikannya, ia berkata bahwa Bittersweet Corner modalnya dari tabungan. Saya membuat desain, website, profil perusahaan, pemasaran, pengadaan barang, sampai memanggang kue.
 Setiap pagi ia bangun jam 5 pagi utk memanggang kue. Kuliah tetaplah prioritasnya. Ia lulus dari North Eastern University dengan IP/GPA 3,6 di tahun 2010. "Antara tidur dan memanggang roti, saya prioritaskan rotinya. Jadi saya biasa memanggang dari malam sampai jam 3 pagi." katanya. Ia pun masih punya kegiatan lain yaitu part time job sebagai fashion buyer label-label internasional.
 Setelah lulus dari Jakarta International School tidak langsung ke University. Ia sempat bekerja dulu di Indonesia, mengajar bahasa Inggris di beberapa butik kelas atas di Jakarta.
Saat ini pekerjaan utamanya adalah di Yayasan Pansophia Indonesia sebagai humas / operasional. Yayasan nirlaba yang mengupayakan agar anak-anak miskin biar menikmati pendidikan yang layak di usia emasnya. Ia punya sekolah di Dadap Cikarang dan di Karang Tengah khusus untuk anak-anak 3-5 tahun dengan fasilitas yang baik. Semuanya gratis.
Indonesia butuh anak-anak muda seperti ini.