Senin, Agustus 02, 2010

Gembala Pematah Kaki

Psa 119:67 Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. 68 Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Aku melihat seorang gembala yang sedang duduk di hadapan seekor dombanya. Ia tampak sedang membalut kaki domba yang terbaring lemah di hadapannya itu.

Gembala itu menoleh dan berkata kepadaku, “Kakinya patah!"

"Wah... kenapa?" tanyaku.

"Aku yang sengaja mematahkannya,” kata gembala itu sembari menyelesaikan pekerjaannya membalut kaki dombanya yang patah.

Tidak habis pikir, aku bertanya kepadanya, “Mengapa engkau melakukan perbuatan bodoh itu?”

“Aku ini sudah berpengalaman. Berpuluh tahun aku menggembalakan domba. Aku tahu cara mengatasi domba yang nakal, yang tidak bisa diatur, dan selalu tidak menuruti gembalanya." jawab sang Gembala.

Ia melanjutkan, "Domba ini adalah yang paling nakal dari semuanya. Banyak kali aku menghabiskan waktu untuk mencari dia kemana-mana karena ia tidak pernah menuruti aku. Ia selalu membuat keributan dan berkelahi dengan teman-temannya.

Beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk mematahkan kakinya karena aku ingin dia menjadi domba yang baik."

"Berhasil nggak?" tanyaku penasaran.

"Seminggu pertama ia memang membenciku. Ia bahkan menggigit tanganku jika aku memberinya makan. Tetapi aku terus melakukannya dengan sabar dan sejak kemarin sikapnya berubah terhadapku.

Ia membaringkan kepalanya di pangkuanku, mengambil makanan dari tanganku dan menggosok-gosokkan badannya ke tanganku. Karena ia lemah, ia belajar mendengar suaraku dan kini ia sangat kenal pada suaraku. Ia tahu bahwa aku menyayangi dia sehingga ia belajar bergantung padaku.

Aku yakin ketika keadaannya pulih kembali, ia akan menjadi domba yang terbaik dari semua domba-dombaku.” Jawab gembala itu.

Psa 119:71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.