Jumat, Juli 10, 2009

Take it Easy aja

Salah satu ajaran paling berat yang pernah diajarkan di muka bumi ini, adalah berbunyi demikian. Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Ajaran ini diajarkan Yesus pada awal karir pelayananNya. Yesus mengubah paradigma orang. Coba baca teks di bawah ini.

Mat 5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Dan ajaran ini, Dia praktekkan. Ketika Ia disalib, Ia melepaskan kasih dan doaNya kepada orang-orang yang menganiaya Dia dan menganggap Dia musuh. Dia bilang, "Tuhan ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Luar biasa. Kalau Anda lihat penderitaan Yesus (baca di artikel saya sebelumnya http://www.donnihw.co.cc/2009/04/fakta-medis-penderitaan-yesus.html ), Anda akan tahu betapa sulitnya pengampunan itu diberikan. Namun Yesus melakukannya.
Petrus adalah orang yang juga mengalami anugerah pengampunan ini. 3 kali dia menyangkal Yesus, dan Tuhan tetap mengampuni Petrus. Bahkan Petruslah yang diutus untuk menjadi pelopor dalam penyebaran Injil di seluruh bumi.

Begitu pula, orang yang disalib di sebelah Yesus, bangsa Israel yang berkali-kali melanggar perintah Allah, murid-murid yang berlarian waktu Yesus ditangkap, yang meninggalkan Yesus sendirian, Daud yang berjinah, semuanya bersalah kepada Tuhan. Semuanya berdosa. Dan semuanya diampuni. Again and again. Luar biasa banget!

Saya sering denger orang bilang, "Kalau saja yang jadi Tuhan itu saya, pasti gak akan saya ampuni tu si Petrus, Daud, ... bla bla bla." Yah, betul... untung kita bukan Tuhan. Tapi sesungguhnya, Tuhan memerintahkan kita untuk bisa memiliki sifat pengampunan milik Tuhan itu. Coba perhatikan dialog di bawah ini.

Mat 18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Dengan kata lain, Tuhan memerintahkan kita untuk SELALU mengampuni. Inilah ajaran paling sulit yang pernah ada. Bagaimana dengan orang yang kesalahannya sungguh besar sampai-sampai menyakiti, menghancurkan, dan dilakukan terus-menerus? Bacalah di Kitab Hosea. Di situ diceritakan, Hosea, seorang nabi disuruh Tuhan untuk menikahi seorang wanita pelacur. Haaahhh...?? Bener gak sih??? BENAR!! Tuhan menyuruh Hosea menikahi pelacur.

Hos 1:2 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN."

Dan ternyata wanita itu menghianati Hosea berkali-kali. Dan Hosea harus terus-menerus mengampuninya. Tuhan mau mengajarkan kepada Hosea dan kita, itulah perasaan Tuhan ketika dikhianati oleh bangsa Israel, oleh kita juga. Bangsa ini dipilih Tuhan untuk menjadi umatNya, tapi justru bangsa ini yang berkali-kali menolak Allah. Berkali-kali mereka berpaling kepada allah lain. Berkali-kali juga kita jatuh dalam dosa. Bahkan Yesuspun disalibkan atas permintaan bangsa Israel. Dan tetap saja Tuhan mengampuni mereka. Ini contoh yang luar biasa.

Saya dibesarkan di keluarga broken home. Belasan tahun yang lalu, Ayah saya pergi dengan wanita lain. Meninggalkan kami. Dan kami harus survive dengan berbagai cara. Namun semua itu sudah berlalu. Ketika saya bertemu kembali dengan ayah saya sekarang, saya sudah mengampuni dia. Dengan sepenuhnya. Dan berdoa buat dia selalu. Kok bisa? Apakah saya nggak sakit hati? Nggak benci? Tentu saja sakit hati dan benci, tidak bisa diingkari. Tapi semua perasaan negatif itu, saya keluarkan dari hidup saya. Karena itu yang Tuhan mau. Itulah yang Tuhan ajarkan.

Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri, "Ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami." Seberapa besar kita diampuni, tergantung dari seberapa besar Anda mengampuni. Itu tergantung Anda dan saya.

Pagi ini, saya mau mengajak saudara merenung. Adakah orang di sekitar saudara yang belum saudara ampuni dengan sepenuhnya? Mungkin ayahmu, ibumu, istrimu, suamimu, anakmu, mertuamu... Buka mata Anda sekarang. Bangun! Hiduplah dalam dunia nyata. Ampuni mereka! Gak ada gunanya menyimpan kesalahan orang lain, itu akan membusuk dalam hidup kita. Seperti sahabat terbaik saya pernah bilang, "Take it easy .. aja." Yuk, kita serahkan pada Tuhan, and live free... Amen!

Kamis, Juli 09, 2009

Masa sih?

Saya punya kebiasaan untuk ngomong apa adanya. Kalau ya, saya bilang ya. Kalau tidak saya bilang tidak. Kalau cantik bilang cantik, kalau jelek bilang jelek. Kalau bagus bilang bagus, kalau jelek bilang jelek. Kalau cerita-cerita juga begitu. Saya tidak mau membumbui cerita saya biar terlihat wah, luar biasa, atau lebih lucu dari kenyataannya. Apa adanya aja. Dan karena kebiasaan ini ada 2 kata yang kadang membuat saya jengkel. sebel. Dua kata ini menjadi "musuh" saya. Dua kata itu adalah "Masa Sih?".

Pernah gak Anda mengalaminya? Sudah bicara sejujur-jujurnya, tapi ternyata reaksi lawan bicara kita adalah kalimat, "Masa sih?" Nyebelin kan? Dan sayangnya, Yesus pun pernah mengalami kejadian semacam ini juga (Mat 13:54-58). Ceritanya begini.

Setelah Yesus pergi dan mengadakan mujizat di berbagai tempat, Dia pulang ke kampung halamanNya. Dan disana dia mengajar orang di rumah ibadat. Hasilnya? Mereka kagum dan takjub. Tapi, selanjutnya mereka mulai lihat bobot, bibit, bebet, dari Yesus. Hasilnya mereka menemukan bahwa, Yesus adalah anak tukang kayu, anak orang biasa, saudara-saudaraNya juga orang biasa, ibuNya juga orang biasa. Dan akibatnya penilaian mereka langsung berubah 180 derajat. Mereka kecewa dan menolak Dia. Mereka bilang dalam hati mereka tentang apapun yang dikatakan Yesus, "Masa sih?"

Dalam bahasa aslinya kata 'kecewa dan menolak Dia', lebih tepat diartikan sebagai 'memandang rendah', 'menyerang', 'menganggap hina'. Dan ketika orang memandang rendah perkataanNya, Tuhan tidak mau banyak-banyak melakukan mujizat. Catat ini. Bukan Tuhan TIDAK BISA melakukan mujizat di tengah ketidakpercayaan mereka, tetapi Ia TIDAK MAU.

Mat 13:58 And He did not do many mighty works there because of their unbelief.

Mungkin kita berkata, "Ah, saya percaya kok sama perkataanNya!" Tapi hati-hati! Apakah benar kita sudah percaya? Ada beberapa pribadi yang diletakkan dalam Alkitab sebagai saingan dari kepercayaan kita pada Tuhan.

Yang pertama adalah Iblis

Keluaran 34:14 Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.

Yang kedua adalah Cinta Uang

Mat 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Yang ketiga adalah Diri Sendiri

Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Ketiga hal di atas, bila kita andalkan, otomatis akan membuat kita tidak mempercayai Tuhan. Membuat kita memandang rendah Firman Tuhan. Membuat kita mudah berkata, "Masa sih?" pada jalan-jalan Tuhan.

  • Kalau tidak ke dukun, "Masa sih?" saya bisa terpilih jadi anggota DPR?
  • Kalau tidak ada uang, "Masa sih?" Tuhan bisa membuat aku sembuh?
  • Kalau tidak mengandalkan pikiran saya dan kekuatan saya, "Masa sih?" saya bisa sukses? (jangan salah sangka, kita tetap harus berpikir dan bekerja keras, tapi yang kita andalkan adalah harus tetap Tuhan)

Sering tanpa kita sadar, kita mencibir. Kita nggak percaya bila ada orang bersaksi tentang kuasa Tuhan. Bila kita melihat Roh Kudus bekerja di gereja lain yang menjadi 'saingan' kita, kita menghina. Membuat daftar kesalahan mereka. Dan mencela karya Roh Kudus. Kalau melihat hamba Tuhan lain lebih sukses, menghina. Hati-hati! Mungkin Anda sedang berkata, "Masa sih?" kepada Tuhan. Bertobatlah!

Coba lihat tindakan Abram.

Kej 15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Ini contoh tindakan yang benar. Mari kita HANYA percaya kepada Tuhan. Apapun yang Tuhan ajarkan, kerjakan, rencanakan, kita percaya saja.

Seorang anak kecil, selalu percaya saja kepada ayahnya. Ia gak pernah mempertanyakan apakah ia akan dikasih makan besok, apakah bajunya akan dibelikan kalau sudah kekecilan, apakah sekolahnya dibayarin atau nggak? Seorang anak kecil punya mental 'percaya saja'. Ini yang harus kita miliki.

Sebaliknya, bagi seorang Ayah, akan sangat menyakitkan hati kalau punya anak kecil yang nggak percaya kepada dia. Bayangkan, seandainya Anda punya anak yang sukanya minta-minta makan ke tetangga, minta beliin ini-itu ke teman-temannya. Malu-maluin kan?

Andalkan Tuhan. Percaya saja pada Bapa kita di sorga. He will provide what we need. Amin.

Efesus 3:20 God can do anything, you know--far more than you could ever imagine or guess or request in your wildest dreams! He does it not by pushing us around but by working within us, his Spirit deeply and gently within us.

Sabtu, Juli 04, 2009

Maximum Blessing

Ternyata, kehadiran seseorang dalam hidup kita akan sangat mempengaruhi kesuksesan kita. Apabila kita salah meletakkan orang di samping kita, maka akan bahayalah hidup kita. Tuhan tahu itu. Dan Tuhan sudah merancangkan, orang-orang seperti apa yang seharusnya berada di sekitar kita. Masalahnya kita taat nggak?

Ada sebuah peristiwa yang menjadi contoh betapa ketaatan mutlak terhadap perintah Tuhan akan menentukan, apakah kita akan mendapatkan berkat yang maksimal atau tidak. Ayo kita baca kisah Abram berikut ini.

Kej 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." 4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Ada perintah kepada Abram untuk meninggalkan negerinya, sanak saudaranya, dan rumah bapanya. Setelah itu, baru Tuhan menjelaskan berkatnya. Ia akan membuat Abram menjadi sangat diberkati (ayat 2 dan 3). Namun di ayat ke 4, kita melihat sebuah masalah. Ternyata Lot (keponakannya) ikut bersama dengan dia.

Abraham melakukan perintah Tuhan, tapi tidak sepenuhnya. Ada saudaranya yang ikut bersama dia. Lot itu keponakan Abram, dan Abram membiarkan Lot mengikutinya. Di kemudian hari kita bisa lihat bahwa Abraham tidak mendapatkan berkat sepenuhnya karena adanya Lot. Dia harus membagi dengan Lot. Dia harus mendapat masalah karena keberadaan Lot. Bahkan dia harus berperang untuk membebaskan Lot. This man has cause Abram, a lot of problem.

Untungnya Abram sadar dengan hal ini. Ia menyadari kesalahannya dan memisahkan diri dengan Lot. Dan setelah itu, barulah Tuhan memberikan kemaksimalan dalam berkat Abram. Coba baca ayat di bawah ini:

Kej 13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, 15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. 16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. 17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

Abram membereskan kesalahannya. Maka Tuhan senang. Proses berikutnya bisa bergulir. Tertulis dalam ayat 14, "Setelah Lot berpisah dari Abram". Berarti sebelum masalah Abram dan Lot ini selesai, Tuhan tidak akan menggulirkan rencanaNya kepada Abram.

Kita bisa belajar dari langkah Abram selanjutnya. Ada 3 hal yang harus dilakukan Abram.

Pertama, dia harus memandang. Pandanglah sekelilingmu (ay 14). Demikian pula kita. Pandang sekeliling kita, lihatlah peluang-peluang. Lihatlah kesempatan-kesempatan. Miliki visi. Seorang yang sukses akan punya visi. Apa yang akan dilakukan 10-20 tahun ke depan. Bagaimana dengan Anda? Milikilah visi.

Kedua, bersiaplah (ay 17). Artinya milikilah rencana. Buatlah action plan. Jangan cuma memandang dan punya visi. Orang yang punya visi tapi nggak punya rencana untuk mencapainya adalah hanya seorang pemimpi di siang bolong. Percuma. Mimpi besar doank, tapi gak punya rencana. Milikilah rencana. Investasikan segalanya pada rencana Anda.

Ketiga, jalanilah (ay 17). Artinya bergerak. Punya rencana tanpa menjalankannya sama juga dengan omong kosong. Maka jalani rencana Anda.

Ketika semua itu dilakukan Abram, maka apa yang akan terjadi? "sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." Tuhan memberikan negeri itu kepada Abram. Kemana dia memandang, bagaimana dia bersiap, dan apa yang dia jalani, itu yang akan diberikan kepada Abram.

Janji Tuhan itu besar. Selalu maximal. Namun dari pihak kita, seberapa tahan kita melakukan perjuangan untuk menggapainya. Seberapa taat kita pada perintahnya. Itu yang akan menentukan kita apakah kita akan mendapatkan Maximum Blessing or Minimum Blessing. Taatlah! God bless you.

Jumat, Juli 03, 2009

Satu Jam Saja

Ada satu lagu cinta lama yang saya ingat. Judulnya: Satu Jam Saja. Dulu dinyanyikan oleh Asti Asmodiwati, baru-baru ini dinyanyikan lagi oleh Audy. Dua baris pertamanya begini:

Jangan berakhir aku tak ingin berakhir
satu jam saja kuingin diam berdua

Rupanya Tuhan Yesus, pernah "menyanyikan" syair di atas kepada Petrus dan kedua murid Yesus lain. "Masa kamu gak sanggup nemenin Aku satu jam saja?"

Mat 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Kalau Anda punya kekasih dan sedang ngobrol dengannya, waktu satu jam itu sedikit sekali. Maunya seharian ngobrol terus. Bahkan terus-menerus. Jaman sekarang, Anda bahkan mungkin online terus-menerus dengan kekasih Anda. Bisa lewat program-program messenger, lewat facebook, friendster, email, sms, dll. Kalau ada provider phone atau internet yang promosi sms gratis atau telpon gratis, apalagi unlimited access, pasti segera diserbu pembeli. Mengapa? Karena mereka ingin connect terus dengan kekasih atau temannya.

Tapi sayangnya, banyak orang tidak melakukan ini kepada Tuhan. Tuhan itu pribadi. Dia bukan konsep atau legenda atau sebuah cerita. Dia adalah pribadi yang punya perasaan, keinginan, kerinduan, kesenangan. Jadi dia ingin mencurahkan kasihNya kepada kita. Dia ingin kita menanggapi dia. Ngobrol dengan dia. Dia berkata, "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?"

Sebuah lagu dari HPM (Harvest Praise Ministry) dalam album Abundant Grace, syairnya demikian:

  • Yesus, Kau yang termanis, Kau termulia bagiku. Yesus, tiada yang lain, hanya bersamaMu di hidupku.
  • Ku t'lah jatuh cinta, hanya kepadaMu, s'bab hanya Kau yang mampu, getarkan jiwaku. Sampai selamanya, Kau takkan tergantikan, hanya Engkau Yesus kekasih jiwaku.

Indah sekali. Bila Anda jatuh cinta kepada Tuhan Yesus, satu jam akan kurang bagi Anda. Anda akan menyerahkan seluruh waktu Anda untuk Dia. Anda akan, ingin sekali terus menerus connect dengan dia. Dia tidak akan bertepuk sebelah tangan dengan Anda. Cintanya akan Anda balas.

Sekarang banyak sekali orang bekerja dengan Yahoo Messenger, atau ebuddy di HP nya, atau facebook di laptopnya... online... all day long. Mereka bisa kerja dengan 'disambi' chatting. Tapi kalau ke Tuhan kita sering bilang, "Ah.. nanti malem aja, lagi sibuk kerja. Masak jam kerja kok doa! Mana bisa? ... dst.. dst.. "

Kenapa dengan manusia kita bisa online terus menerus, dengan Tuhan kita nggak bisa? Ayo... nyanyi kepada Tuhan Yesus, kekasih jiwa kita, " jangan berakhir ... aku tak ingin berakhir..." God... more than just one hour... I wanna give all my time to you... cause I need You, more than words can say... I love you, Lord...