Jumat, Juni 19, 2009

Jatuh Cinta

Kejadian 29:18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu."

Orang tuh, kalau sudah jatuh cinta akan mau untuk melakukan apa saja. Walaupun itu berat dan menyusahkan.

Dulu, SMA, saya cuma punya sepeda. Rumah saya di Kalasan. Jogja bagian timur. Rumah cewek yang saya taksir, ada di Jogja bagian selatan, dekat terminal Umbulharjo. Sekitar 20 km dari rumah saya. Pulang sekolah saya kumpulkan tenaga untuk langsung apel ke rumahnya. Kadang sampai di rumahnya saya masih ngos-ngosan belum bisa ngomong. Jadi diem-dieman aja setengah jam... :-) Baru dilanjutkan ngobrol dan pulang. Pulangnya 20 km ditempuh dengan tanpa terasa. Karena sudah dibekali dengan sukacita ketemu dia (sekarang sudah jadi istri saya).

So much effort to go there. Begitu banyak usaha, tenaga, keringat yang diperas sekedar untuk bertemu dengan dia. Apa yang terjadi kalau sampai di rumahnya, dia nggak ada? Ingat jaman dulu (tahun 1990an) masih jarang sekali Handphone. Telpon rumah saja masih barang mewah. Kalau sampai rumahnya dan dia nggak ada... ya sudah. Pulang. Jadi perjalanan itu adalah perjalanan yang penuh resiko.

Bisa juga datang kesana, dia lagi di-apel-in banyak orang lain. Jadi ikut berdesak-desakan di ruang tamu, bersama laki-laki lain yang juga butuh perhatian dia. Rebutan ngomong. Bersaing merebut cintanya... (akhirnya terbukti bahwa saya yang menang hehe...). Repot juga. Bisa juga yang terjadi, ketika saya datang, dia lagi gak mood. Jadinya dia mondar-mandir ke dalam. Ditinggalin. Atau didiemin. Hahaha... yah resiko.

Saya jadi ingat cerita si Maria dan Martha kemarin. Maria 'menemani' Yesus, dan Marta mondar-mandir keluar masuk dapur mungkin. Beres-beres. Dan dia cemburu dengan kedekatan Maria - Yesus.

Masalahnya ada dimana? Mengapa Maria dan Marta bisa berbeda perilakunya? Maria memperlakukan Yesus sebagai kekasih. Sebagai orang yang dikagumi, diidolakan, layak mendapat perhatian penuh. Sedangkan Marta, memperlakukan Yesus sebagai tamu agung. Tamu yang layak untuk mendapat pelayanannya.

Marta tidak salah. Hanya level relationship-nya dengan Yesus, belum tinggi. Saya yakin, Maria pun dulu seperti itu. Tapi ketika hubungannya semakin intensif dan semakin erat, Maria sadar bahwa lebih baik dia duduk dekat-dekat saja sama Yesus. Dia memilih peran yang benar.

Luk 10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Di pihak lain, Yesus sudah melakukan banyak usaha untuk datang ke rumah itu. Kalau dulu, saya naik sepeda, Yesus tuh jalan kaki. Jadi yang Yesus senangi sebenarnya adalah bertemu dengan mereka. Ngobrol. Ditemani.

Seorang Bapak yang baru pulang dari luar negeri, sudah kangen sekali bertemu dan ngobrol dengan istri dan anak-anaknya. Ketika sampai di pintu rumahnya , ia membayangkan akan disambut dan 'ditemani' oleh anak istrinya. Ia sudah bawakan oleh-oleh. Ia mau cerita pengalaman-pengalamannya. Namun, ketika sampai di rumah, istrinya menyambut, membawakan kopernya, dan segera sibuk ke dapur untuk memasak makanan buatnya. Anaknya sibuk membuka oleh-oleh, mungkin segera mencucikan mobilnya, dan meninggalkannya sendirian.

Itu bagus, tapi bukan yang utama. Bukan yang paling penting. Satu hal saja yang penting... menemaninya.

Hari-hari ini, dalam saat teduh saya bersama Tuhan, saya anggap dia sebagai kekasih saya. Saya bisa diam dan menikmati kehadirannya lama sekali. Memuji Dia. Menyadari keindahan rencanaNya dan jalan-jalanNya. Saya tidak mau sibuk dengan daftar kebutuhan, yang bisa saja saya ajukan ke Tuhan. Tapi saya mau menjadi kekasihnya. Menemuinya. Itu saja. Bagaimana dengan Anda? Nikmati kebersamaan dengan Dia. Hanya satu saja yang perlu, kata Tuhan... Anggap Dia sebagai kekasih Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar