Minggu, Mei 10, 2009

Seri: Badai kehidupan (2)

Dalam kisah badai yang dialami murid-murid Yesus kemarin, saya mau mengajak Anda melihat. Apa sebenarnya alasan Yesus, dalam mengirim muridnya ke tengah badai. Dengan memahami alasan Yesus, kita akan bisa bertahan dalam menghadapi "badai" kita sendiri.

Badai terjadi karena:

1. Allah Ingin Kita Menjadi Dewasa.

Allah ingin kita bertumbuh dalam pengalaman supranatural. BerkatNya ingin Dia berikan setiap hari. Selalu baru.

Ratapan 3:22-23 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Tuhan itu seperti orang tua, yang melepaskan anaknya untuk berjalan sendiri, setelah sekian lama dituntun. Seperti anak yang dilepas seorang diri, setelah waktunya. Itulah yang Yesus lakukan. Ia ingin melihat murid-muridNya naik tingkat.

Chip Ingram, berkata, "Dalam gereja yang benar selalu ada 3 unsur, yaitu: menyelamatkan jiwa, memuridkan, dan berbuah." Dengan kata lain, gereja harus mendidik jemaatnya untuk naik tingkat. Dari jemaat biasa (baru bertobat), menjadi murid, dan menginjili (sehingga berbuah).

Murid-murid dilepas agar memiliki pengalaman baru dengan Tuhan. Sebelum peristiwa ini belum pernah ada mujizat "orang berjalan di air". Jadi ini adalah hal yang tidak pernah dibayangkan. Tuhan seringkali membawa kita bertumbuh dewasa, dengan membuat kita berada dalam situasi, dimana kita tidak bisa mengandalkan keahlian, pengalaman, maupun pengetahuan kita sebelumnya. Itu Dia lakukan agar kita menjadi dewasa.

2. Allah Ingin Kita Sadar Bahwa Ia Selalu Ada Buat Kita.

Mazmur 139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Dalam badai itu, Yesus mendatangi mereka. Coba perhatikan, dimana Yesus sebelumnya berada? Di atas bukit, berdoa. Ini mujizat lain. Kita tidak diberi tahu kisahnya. Namun tiba-tiba Yesus yang dari bukit sudah ada di dekat kapal yang mengalami badai. Yesus "HADIR" di tempat dimana muridNya mengalami kesulitan.

... Kau selalu ada bagiku / S'bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal....
(petikan syair lagu Bapa yang Kekal - Maria Shandy)

Tidak ada yang menghalangi Allah, untuk berada dimanapun dan kapanpun. Dimanapun kau berada, apapun yang kau lakukan, DIA TAHU. Itulah sebabnya, hati-hatilah dengan perilaku dan hidupmu. Namun sebaliknya, tenanglah dalam hidupmu ketika ada persoalan. Ada Tuhan yang siap hadir.

3. Allah Ingin Kita Mengandalkan Dia

Jer 17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Jer 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Ketika kita mempercayai Tuhan dalam langkah kita, kita diselamatkan. Sayangnya, ketika kita menghadapi badai, jarang reaksi reflek kita bertanya kepada Tuhan dan percaya kepadaNya. Biasanya keahlian kita yang kita andalkan lebih dulu. Begitulah yang dihadapi murid-murid. Mereka nelayan profesional. Wajar kalau mereka merasa bisa mengatasi badai menurut cara mereka. Maka, mereka berusaha sendiri. Namun gagal, sampai mereka ketakutan.

Namun ketika mereka mengijinkan Yesus masuk dalam perahunya, ada mujizat yang luar biasa. Seketika itu juga mereka sampai ke tujuan.

Ini maksud Tuhan. Mereka kirim murid ke tengah badai, sehingga mereka belajar. Kelak dalam masalah yang lain, yang lebih besar, mereka mau mengandalkan Tuhan. Bukan manusia lain, bukan diri sendiri, bukan pengalaman, tapi Tuhan...

5 komentar:

  1. setuja mas!!! dengan adanya badai,Tuhan ingin kita mengalami next level dan pasti ada pelajaran yang berharga dari badai tsb

    BalasHapus
  2. yayaya . Tuhan emang ngasih badai biar kita naek level .

    BalasHapus
  3. setuju..
    Tuhan ngasih kita badai supaya kita mengandalkan kekuatan Tuhan,, dan bukan mengandalkan kekuatan kita sendiri..

    BalasHapus
  4. Thanks lagi buat seri ke -2 ini. I'm blessed for this article.. God bless u mas Doni

    BalasHapus
  5. so...betapa kuat dan hebatnya kita...gak ada artinya tanpa Tuhan di samping kita..
    maju terus dalam Tuhan..

    BalasHapus