Rabu, Mei 27, 2009

Sadrakh, Mesakh, Abednego's Lesson

Hidup ini rasanya kok makin sulit. Apa-apa mahal. Gaji nggak naik. Yang kuliah atau sekolah, mikirin ujian, kelulusan. Yang kos mikir kiriman uang. Masih ditambah lagi, masalah jodoh, dah makin tua masih gak ada yang naksir.... hehehe...

Nah, dalam Alkitab ada 3 orang yang mengalami masa sulit. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka dalam pembuangan. Dijajah, tanpa ada harapan kapan merdeka. Ini adalah sebuah kehidupan yang sulit. Namun mereka bisa bertahan. Bahkan di akhir cerita kita bisa lihat bahwa mereka dianugerahi kedudukan tinggi dan hidup mewah. Namun ada jalan turunan yang harus dilalui untuk mencapai puncak.

Apa sih yang mereka lakukan dalam hidup mereka?

1. Mereka tetap tidak tercemar

Ada hubungan yang signifikan antara hidup yang tidak tercemar dengan kesuksesan. Baca: Kitab 1-2Tawarikh & 1-2Raja-raja. Ada buktinya disana. Semua cerita tentang kejatuhan Israel dimulai dari kalimat 'mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan'. Sebaliknya setiap kebangkitan Israel dimulai dari 'mereka melakukan apa yang benar di mata Tuhan.'

Dan 3:12 Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan."

Mari kita perhatikan arti nama-nama yang diberikan oleh Pemimpin pegawai istana kepada mereka:

Dan 1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.

  • Hananya: Tuhan memberi segalanya kepadaku (Bergantung pada Tuhan)
    Sadrakh: Teman baik raja (Bergantung pada Raja).
  • Misael: Siapa yg seperti Tuhan? (Kekaguman kepada Tuhan).
    Mesakh: anak domba yang cantik (Kekaguman pada diri sendiri).
  • Azarya: Yang ditolong Tuhan (Hamba dari Tuhan),
    Abednego: Hamba dari Nego (salah satu dewa Babel)

Pemberian nama bertujuan agar mereka melupakan ke-israel-annya. Mereka diberi nama yang sangat bertentangan dengan keyakinan mereka. Tapi mereka tidak terpengaruh oleh nama-nama itu.

Sebenarnya dunia ini juga berusaha menempelkan capnya kepada kita. Ada banyak nilai-nilai dunia, musik dunia, tontonan sinetron, buku, novel, film, yang menanamkan sesuatu yang membuat kita melupakan ke-israel-an kita. Sayangnya, banyak dari kita mengadopsi cara hidup/cara pandang orang dunia dalam menjalani hidup ini. Alasannya agar bisa beradaptasi, gak fanatik, toleransi, dll. Tapi akibatnya kita menjalani hidup yang tercemar.

Demikian juga cara pandang kita. Kadang kita dipengaruhi oleh omongan orang, berita-berita dunia, atau analisis manusia. Namun sebagai orang percaya, kita harus memiliki keyakinan yang benar. Raja berusaha mempengaruhi Sadrakh, Mesakh, Abednego, namun mereka tetap tidak tercemar. Terbukti dengan mereka tetap menyembah Allah Israel.

2. Mereka punya iman yang tidak bersyarat.

16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Ayat diatas kalau disingkat akan berbunyi kira-kira demikian, "Mau hidup kek, mau mati kek, aku tetap memuja Allahku." Sebuah kesetiaan yang tanpa syarat. Banyak orang memberi syarat kepada Tuhan. Tuhan aku mau ke gereja asal aku diperkaya. Asal aku sembuh. Asal aku gak dapet masalah. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah orang yang ikut Tuhan tanpa syarat.

3. Mereka menunjukkan kehadiran Tuhan melalui hidup mereka.

26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.

Mereka menerima nama yang diberikan tanpa menjadi tercemar. Namun sekaligus mereka menunjukkan ke semua orang bahwa Allah mereka adalah Allah yang benar. Mereka hidup dengan benar, mereka mendemonstrasikan kuasa Allah dalam hidup mereka.

Dan EFEK YANG DAHSYAT DARI ke 3 hal tadi :

A. TUHAN melindungi mereka dari perapian.

B. Iman dan tindakan mereka mengubah raja!!

  1. Raja memuji Allah mereka.
    28 Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.
  2. Raja mengubah undang-undangnya. Semua orang harus menyembah Allah Israel.
    29 Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu."

C. Mereka mengalami kelimpahan.

30 Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

Sering kita mau ujungnya aja. Kelimpahan. Kemewahan. Tapi bisakah kita melakukan hal-hal seperti mereka? Mereka :

  1. Hidup benar di mata Tuhan
  2. Punya iman yang tidak bersyarat kepada Tuhan
  3. Memberitakan Tuhan melalui hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar