Jumat, Mei 15, 2009

Pengaruh Positif

Pernah dengar nama Romo Mangun? Pasti pernah. Romo Mangun (Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr.) adalah seorang rohaniawan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela wong cilik. Dalam bidang arsitektur, beliau juga kerap dijuluki sebagai bapak arsitektur modern Indonesia.

Salah satu warisan dari karyanya adalah pemukiman di tepi kali code. Satu-satunya tempat hunian unik artistik yang terletak bukan di kawasan elit, akan tetapi di bantaran sebuah sungai kumuh yang membelah Jogja. Pada mulanya, tanah di bawah jembatan Gondolayu ini tidak bertuan. Gelandangan yang menempatinya. Sampai terbentuk kampung yang diberi nama kampung Girli Code (Pinggir Kali Code). Dulu, warga kampung Girli Code itu berprofesi mulai dari penjual koran, pengamen, atau penarik becak. Bahkan ada yang terpaksa menjadi perampok dan pelacur. Di bawah dekade 80-an kondisi masyarakat Kali Code sama sekali bukan daya tarik, bahkan dihindari.

Kondisi sosial itulah yang kemudian mengundang perhatian Romo Mangun. Sebagai arsitek jebolan Aachen, Jerman, secara suka rela dia membangun pemukiman pinggir kali agar layak untuk ditempati dan tidak mudah menjadi korban banjir. Dia pun rela tinggal disitu, membaur, dan membina masyarakat disitu melalui keteladanannya, tanpa berusaha mengubah agama mereka. Hasil dari karya Romo Mangun itu ternyata memukau publik. Dan entah bagaimana, komunitas itu pun berubah melalui pengaruh kehadiran Romo Mangun yang juga memiliki rumah di pemukiman itu.

Melanjutkan tulisan kemarin, saya ingin juga memberikan sebuah wawasan bahwa, 1 orang bisa membawa perubahan positif. One can make difference. Romo Mangun mampu mengubah kawasan yang dulu citranya kampung kriminal menjadi kawasan wisata. Dalam Alkitab ada banyak contoh.

Misalnya Daud. Dia suatu waktu, mendapatkan limpahan orang-orang kriminal. 400 orang jumlahnya. Dan dengan kepemimpinannya, dengan pengaruhnya, Daud bisa mengubah orang-orang ini menjadi tim inti dari pasukannya. Orang-orang buangan ini menemukan arti hidupnya. Dan mereka berjuang bersama Daud. Memandang Daud dengan penuh respect. Daud membawa pengaruh positif bagi mereka.

1Samuel 22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. 2 Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.

Ada lagi contoh, Yusuf. Dimanapun Yusuf berada, siapapun yang membukakan pintu rumah mereka bagi Yusuf, pasti akan 'kecipratan' hasil dari berkat yang didapat Yusuf. Salah satu contohnya saja adalah Potifar. Dengan adanya Yusuf, Potifar berhasil. Yusuf membawa pengaruh positif dalam usaha Potifar.

Kejadian 39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

Masih ada lagi contoh, Paulus. Ketika kapalnya terancam oleh badai, seluruh penumpang nyaris menjadi korban. Namun karena keberadaan Paulus di kapal itu, seluruh kapal diselamatkan. Ini kebalikan dari cerita Yunus kemarin. Bila karena Yunus, seluruh penumpang terancam kematian, maka karena Paulus seluruh penumpang selamat.

Kisah Para Rasul 27:24 dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.

Nah, jelas sekali ada 2 kategori manusia di muka bumi ini.

  • Orang-orang yang membawa pengaruh negatif, yang berbahaya bagi keselamatan komunitasnya.
  • Orang-orang yang membawa pengaruh positif, yang justru menjadi penyebab terjadinya keselamatan bagi komunitasnya.

Saatnya introspeksi lagi hari ini. Siapakah kita ini? Siapakah yang berada di sekitar kita? Apa pengaruh yang kita bawa buat orang lain? Bencana atau keselamatan? Apa yang orang nilai tentang kita, di kantor, di gereja, di rumah?

Seorang bijak pernah berkata, Hanya orang yang benar yang akan memiliki kuasa, dan hanya orang yang memiliki kuasa yang akan mempengaruhi lingkungannya. So.. JADILAH ORANG BENAR dulu .... baru bisa jadi pengaruh yang positif.

3 komentar:

  1. Sudah benarkah kita saat ini?? Kalo kita benar pasti disekitar kita merasa nyaman dan damai. Tapi kalo kita ngak benar maka kita akan menjadi penghancur di sebuah komunitas kita baik di kantor, di rumah, di gereja, dll.

    Lagi2 introspeksi diri apakah udah benar atau belum???

    BalasHapus
  2. setiap orang percaya tentunya akan berusaha menjadi orang yg memberi pengaruh positif bagi semua orang..so..hubungan horisontal n vertikal enaknya dibuat seimbang (hubungan dgn Tuhan n sesama)..klo sdh seimbang, filternya lebih berfungsi tho..

    BalasHapus
  3. waw..keren..thanks udah di refresh lg hari ini,
    hari ini sy belajar sesuatu,seseorang disebut berkuasa ketika dy memiliki kemampuan u/ mempengaruhi orang lain, bagaimana bisa mempengaruhi orang lain?
    1. dare to be different -
    2. apa yg kita pikirkan,katakan dan lakukan harus selaras (konsisten)

    pilihan positif or negatif itu mutlak pilihan kita sendiri, putuskanlah !!

    Gbu

    BalasHapus