Sabtu, Mei 02, 2009

Kesalahan Adam

Dalam Kitab Kejadian pasal 3, kita bisa membaca cerita tentang kejatuhan manusia. Banyak sekali yang bisa kita pelajari dari kejadian ini. Salah satunya adalah tentang komunikasi. Ini adalah hal penting yang banyak menyebabkan ketidakberesan terjadi di dunia ini. Rumah tangga, karir, pelayanan, dan banyak hal bisa hancur karena masalah komunikasi.

Dalam Kejadian 2, Tuhan jelas berbicara kepada Adam. Dan percakapan ini terjadi sebelum Hawa diciptakan. Tuhan berkata bahwa ada pohon tertentu yang tidak boleh dimakan. Ada batas dari kebebasannya. Karena Hawa belum ada, maka konsekuensinya, Adam harus mengkomunikasikan perintah ini kepada Hawa.

Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Namun ternyata terjadi distorsi dalam komunikasi antara Adam dan Hawa. Sehingga, Hawa bisa ditipu oleh Iblis. Dan mengakibatkan kejatuhan manusia dan keturunannya. Coba lihat penafsiran Hawa terhadap perintah itu. Ternyata berbeda dari perintah aslinya.

Kejadian 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Apa saja kesalahan dari Adam?

  1. Dia mengabaikan detail dalam pesan yang harus dikomunikasikan kepada Hawa. Ketidaktahuan tentang detail ini menjadi celah bagi Iblis untuk menipu Hawa.
  2. Dia membiarkan suara Hawa mempengaruhi dia, lebih dari suara Tuhan. Seharusnya dia bertindak tegas terhadap istrinya. Dan menyetop pembicaraan atau keinginan untuk tidak taat kepada Tuhan.
  3. Dia tidak berperan aktif dalam melakukan tanggungjawabnya meluruskan kesalahan komunikasi. Dia ada di sebelah Hawa, dan dia membiarkan ular itu menipu Hawa. Dia jenis laki-laki pasif yang membiarkan kesalahan dilakukan.
  4. Dia mengabaikan apa yang Tuhan katakan tentang konsekuensi dari ketidaktaatan. Dia tidak berusaha mengingatkan ini kepada Hawa.
  5. Dia tidak mengambil tanggungjawab atas hasil dari kesalahannya dalam berkomunikasi. Dia malah mencari kambing hitam, dan menyalahkan Hawa.

Bagaimana penerapannya dalam bisnis, pelayanan, rumah tangga? Coba kita teliti area-area itu dalam hidup kita.

Dalam pelayanan, apakah kita mengkomunikasikan pesan Tuhan dengan jelas? Ataukah kita disetir oleh keinginan-keinginan 'Hawa-Hawa' di sekitar kita? Apakah kita pasif dan membiarkan kesalahan terjadi? Apakah kita menyalahkan orang lain atas kesalahan kita?

Dalam rumah tangga, karir, studi bagaimana? Mari kita introspeksi diri... Mulai sekarang, komunikasikan pesan Tuhan dengan jelas. Letakkan Tuhan sebagai nomer satu. Tegas. Jangan pasif lagi. Luruskan dan perbaiki kesalahan, bukannya mencari kambing hitam. Amin...?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar