Selasa, Mei 19, 2009

The Fall of The Great Wall

The Great Wall of China dibangun lebih dari 2200 tahun lalu, oleh Qin Shi Huangdi, Kaisar pertama Cina pada tahun 221 SM - 206 SM. Panjangnya 5000 km. The Great Wall adalah konstruksi bangunan terbesar yang pernah dibangun di muka bumi ini. Melintasi pegunungan, gurun pasir, sampai ke tepi pantai di Cina. Terbuat seluruhnya dari batu. Ketebalannya bervariasi antara 4,5 - 9 meter, tingginya lebih dari 7,5 meter. Pada jaman Dinasti Ming (1368-1644), the Great Wall diperluas sampai 6,400 km. Direnovasi secara kontinyu selama 200 tahun, dan ditambah dengan menara pengintai beserta meriam.

Selama hampir 1800 tahun, bangsa-bangsa berusaha menerobos masuk ke Cina. Tidak ada yang berhasil menembus kehebatan tembok ini. Tombak, panah, meriam, sampai serbuan berbagai bangsa selama bertahun-tahun tidak bisa menembusnya. Bangsa Cina tetap aman berada dalam perlindungan tembok besar ini.

Akhirnya rekor itu pecah pada tahun 1644. Bangsa Manchuria yang dipimpin oleh Dorgon, berhasil menembus masuk ke wilayah Cina. Bagaimana caranya? Apakah dia menemukan bom hebat yang bisa menghancurkan tembok itu? Apakah dia memakai teknik Yosua yang mengelilingi tembok Yerikho? Wah... bisa bertahun-tahun mengelilingi tembok besar Cina. Apakah mereka terus menerus memukuli tembok sehingga sedikit demi sedikit hancur? Tidak!

Ada seorang jenderal Cina bernama Wu Sangui. Ia benci kepada Kaisar dari dinasti Ming yang saat itu memerintah. Ia berniat memberontak dengan mencari sekutu dari Li Zicheng, pemimpin gerilyawan pemberontak. Namun, tiba-tiba salah seorang selir dari Wu Sangui diculik oleh Li. Maka marahlah ia. Ia berpaling kepada Dorgon, dan bersekutu dengan Manchu.

Pada waktu yang telah disepakati, ia membantai penjaga pintu di Shan Hai Pass, dan membiarkan pasukan Manchu masuk ke wilayah Cina. Menurut legenda butuh 3 hari untuk seluruh pasukan Manchu yang luar biasa banyaknya masuk menyerbu lewat pintu itu. Maka jatuhlah kekaisaran Cina. Dinasti Ming takluk di tangan Manchu.

Tembok besar tetap kokoh berdiri. Namun musuh bisa menerobos. Bukan dengan menghancurkan temboknya. Cukup dengan bantuan seorang penghianat yang membuka pintu dari dalam. Wu Sangui, seorang yang membuka pintu, telah membuat kejatuhan dari seluruh kekaisaran Cina.

Mazmur 91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

Hidup kita ini, orang-orang percaya, ibarat sebuah rumah. Punya perlindungan. Ada tembok yang mengelilingi kita. Mazmur 91 menceritakan bahwa Tuhan itu tempat kita berlindung. Kita tidak usah takut apapun, karena ia menudungi kita seperti pagar tembok.

Namun mengapa musuh sering bisa masuk ke dalam diri kita? Mengobrak-abrik hidup kita, menjarah berkat-berkat Allah dengan sakit penyakit, kerugian, kemiskinan, kantong yang bolong? Temboknya sudah kuat. Tak tertembus. Masalahnya ada di pintu gerbang kita. Mungkin kita sendiri yang membukakannya bagi iblis. Mungkin kita sendiri yang keluar dari area perlindungan Allah.

Waktu Yosua mengirim 2 pengintai untuk merebut Yerikho, didapati Rahab, perempuan yang menolong mereka. Dan oleh kedua pengintai ini dijanjikan, bahwa ia dan seisi rumahnya akan selamat. Syaratnya, memasang tanda kain merah di jendelanya, sebagai tanda bahwa rumah ini tidak boleh diserang. Dan syarat yang kedua, Rahab dan orang seisi rumahnya tidak boleh keluar rumah.

Yos 2:19 Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.

Begitu juga pada saat tulah ke 10 dilakukan pada bangsa Mesir. Tuhan memerintahkan seluruh rumah orang Israel, dilumuri darah anak domba di pintunya. Sebagai tanda buat malaikat maut tidak menyentuh rumah itu. Namun syaratnya, jangan buka pintu dan keluar. Siapa yang melakukan itu akan ikut terkena tulah.

Kel 12:22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.

Bagaimana dengan pintu kita? Jangan buka pintumu kepada Iblis. Tapi buka pintumu kepada Tuhan. Tembok kita cukup untuk menahan semua serangan Iblis. Darah Anak Domba sudah melindungi kita. Namun bila kita sendiri yang membuka pintu, hancurlah rumah kita.

Ulangan 20:11 Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu.

Membuka pintu adalah tanda penaklukan. Ketika kita membuka pintu maka kita menaklukkan diri. Bersedia menjadi hamba. Masalahnya kepada siapa kita membuka pintu? Kepada Tuhan atau Iblis? Jangan sembarangan membuka pintu.

Wahyu 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

5 komentar:

  1. wah..bu tres lupa lagi gak di log out...
    yg muncul theresia lg deh commentnya..
    yah..emang gitu..
    salah bukain pintu bikin semua jd berantakan..
    so..keep pray..
    minta hikmat Tuhan tiap hari
    supaya dalam melangkah selalu disertai, n
    peka jika ingin membuka pintu

    BalasHapus
  2. Mas, kenapa kita membuka pintu sebagai tanda penaklukan? Kalo ngak disuruh masuk gimana? kikikikikikkkkkssss

    BalasHapus
  3. ada sebuah istilah psikologi yg popular di kalangan sales, "A foot in the door."
    Artinya sales harus berusaha untuk konsumen itu sekedar buka pintu aja dulu. Abis itu mereka akan memulai pembicaraan, atau menunjukkan sesuatu, atau (pura-pura) memberi hadiah, dll. Biasanya kalo pintu sudah dibukain akan diakhiri dengan transaksi, paling tidak produknya dikenalkan.

    Intinya, membuka pintu adalah step pertama dari 'mengijinkan' siapapun untuk masuk.

    Sales aja bisa pintar gitu, apalagi iblis. Jam terbangnya lebih tinggi dari manusia. Dia tahu kesenangan2 kita.

    A Foot in the door. Asal bisa nempatin satu kaki aja di pintu yang terbuka. Maka selanjutnya gampang.

    Makanya kalo ada sales mendingan ngumpet. Gak usah dibukain pintu. Apalagi kalo ada iblis. hehehe... jelas kan Mel?

    BalasHapus
  4. gmn klo gak bukain pintu tapi nyelonong lwt pintu belakang mas? kayak maling gitu... sptnya hidup baik2 saja n deket Tuhan, tp knpa kadang bisa kecolongan? apa tanpa sadar sdh bukain pintu ya?hmmmmm......

    BalasHapus
  5. ...iblis tu masuk dari pintu mana aj, ga peduli mw pintu depan atw belakang yg penting buat dia selama ada pintu dy akan ngintip or bahkan mendobrak pintu tsb.
    jadi satu-satunya jalan yg aman buat kita adalah hidup dengan dikuasai Roh Allah, yaitu dengan menundukkan hati,perasaan dan pikiran kita pada pimpinan Roh kudus,

    nah bagaimana untk hidup dipimpin Roh akan dibahas di episode selanjutnya (aminnn kan mas donni?? hehe)..so stay tue trz di www.donnihw.co.cc,

    mas,jasa PR bisa ditransf. ke rek. BII ku ya hehe...

    Gbu

    BalasHapus