Senin, Mei 18, 2009

Fading

Luk 11:35 Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.

Kalau kita lihat matahari tenggelam, maka sedikit demi sedikit terang itu menghilang. Ketika matahari makin masuk ke balik horison, makin gelap, namun tetap jelas. Makin lama, makin gelap, dan akhirnya benar-benar gelap.

Kondisi ini berbeda dengan ketika matahari terbit. Kalau kita ada di puncak gunung, sebelum matahari terbit, semua gelap. Dan pelahan matahari naik ke atas dari balik cakrawala. Namun masih gelap. Dan secara tiba-tiba ... byaak... seperti orang menyalakan lampu di dalam kamar. Terang itu seketika memenuhi langit. Kegelapan langsung hilang.

Artinya ketika kegelapan itu mau menguasai langit, dia bergerak pelahan, makin lama makin gelap. Namun ketika terang mau memunculkan sinarnya, ia bekerja dengan cepat, dan kegelapan langsung sirna.

Begitu pula dengan keadaan hidup kita. Lukas 11:35 membuka mata kita, bahwa terang yang ada pada kita bisa berubah menjadi kegelapan. Bisa fades away. Menghilang perlahan-lahan. Berubah menjadi gelap. Fading.

Itulah yang terjadi pada banyak orang yang tadinya hebat. Dulunya pengkotbah, pendeta, sekarang jualan vcd porno. Dulunya tokoh terpandang, sekarang masuk penjara, ketahuan korupsi. Waktu mahasiswa, semangat, idealisme tinggi, mau memajukan bangsa. Setelah jadi pejabat, korupsi dan mikirin diri sendiri. Mengapa? Karena mengalami fading. Terangnya memudar. Menjadi gelap.

Saya punya teman semasa muda (semoga dia membaca ini dan kembali kepada Tuhan). Dia dulu menginjili saya. Mengajak saya ke gereja. Melarang saya merokok. Mengawasi hidup saya. Dia bagi saya adalah tokoh yang menjadi 'pengawas'. Saya tidak bisa 'berbuat macam-macam' kalau bersama dia. Eh... beberapa bulan yang lalu, saya dengar berita tentang dia setelah lama tidak bertemu. Dia sudah pindah agama. Dia dapat pacar yang tidak seiman, melawan orang tuanya, dan nekat menikah dengan pacarnya. Wuiih.. orang yang dulu membuat saya bertobat, sekarang seperti itu. Terangnya memudar...

Terang bisa memudar karena kita salah memasukkan orang dalam hidup kita. Salah pergaulan. Salah memilih teman. Salah memilih tokoh idola. Mengurangi waktu bersama Tuhan. Menyibukkan diri dengan hal-hal duniawi. Menonton sinetron-sinetron yang tidak bermutu (dan menurut saya pribadi sinetron yang tayang sekarang ini semuanya tidak bermutu). Banyak lagi. Cirinya: kita menjadi penggerutu, orang yang selalu tidak puas. Jarang berdoa, jarang beribadah, sulit bersyukur, gampang marah, dan menjauhi Tuhan dan hamba-hambaNya.

1Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Saya juga pernah mengalami kondisi fading. Rasanya malas ke gereja. Malas melayani. Di pekerjaan saja banyak pikiran, masih mikirin pelayanan lagi. Belum di keluarga, rumah tangga, banyak yang harus dibereskan. Begitu pikir saya. Toh.. di gereja sudah ada orang yang dibayar untuk melayani, untuk mengurus segalanya.

Tapi, ketika saya berdoa, saya ditegur oleh Tuhan. Mengurangi kualitas dan kuantitas pelayanan adalah salah satu indikator dari terjadinya fading. Terang yang memudar. Apalagi mundur dari pelayanan di gereja. Apalagi tidak berangkat ke gereja. Fading perlahan-lahan akan menghilangkan terang. Semakin lama semakin banyak terang yang hilang. Dan tahu-tahu, tanpa kita sadari, hidup kita berubah menjadi gelap. Cegahlah fading selagi kita masih menyadarinya.

Bagaimana hidup saudara? Dulu mungkin terang benderang. Melihat wajah saudara aja orang bisa tutup mata ...(hehe...). Seperti Musa ketika baru turun dari gunung Tuhan. Tapi sekarang bagaimana? Selidiki hati saudara. Masih adakah terang? Atau ada tapi sedang memudar? Minta Tuhan hati dan roh yang baru setiap waktu.

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Menurut Anda, apalagi yang menyebabkan fading? ...

4 komentar:

  1. Fading.. istilah baru lagi nich mas, perbendaharaan katanya jadi banyak hehehe...

    mungkin faktor ketidak disiplinan alias tidak konsisten juga bisa menjadi salah satu penyebab fading,
    cth : ketika kita tidak disiplin untuk berdoa dan baca firman,sehari demi sehari tidak terjadi sesuatu (dalam hal ini sperti punishment)ahh ternyata gpp, lagian kan sekarang jaman kasih karunia..
    ketidak disiplinan ini akhirnya pasti menular ke aspek lain dalam hidup kita yg terus membuat kita membuat excuse2 yg lain hingga suatu saat kita sadar bhwa terang dalam hidup kita sudah hilang sama sekali.

    tul ngga sich :)

    BalasHapus
  2. Fading.. Keren juga perbendaharaan kata mas doni, dan aku mendapat banyak pengetahuaan dan penyegaran iman tiap hari. :)

    Bener kata ake, kalo ngak konsisten sama doa dan disiplin maka lama2 bisa jadi gelap dan terbawa dengan arus dunia ini.

    Dulu aku juga pernah ngalaminnya, rasanya sakit dan ngak enak banget dan saat mau berusaha menjadi terang lagi itu susahhhhnyyaa minta ampunn, ada rasa tertolak dan intimidasi yang ngak layakk, merasa orang paling kotor. Tapi hanya karena kasih dan anugrah Dia saja aku bisa kembali pulih dan dibantu oleh temen2 sepelayanan.

    Hidup itu sebuah pilihan, jika kita memilih untuk jadi terang kita akan jadi terang tapi kalo kita pilih untuk jadi gelap ya jadi makin gelap deh... Hati2 dengan pilihan kita..

    GBU

    BalasHapus
  3. ak pernah ngalamin t..
    dulu, ak tiap hari baca alkitab, truz karna pernah sehari aja gag baca alkitab, truz lama'' sering bolong..

    tp skrg rajin teruz..:)

    BalasHapus
  4. fading, istilah baru juga untuk gue. Kena sekali bro kadang-kadang gue sekali dak ke gereja, akhirnya malas terus ke gereja. dan pergaulan emang penting bro kalo pertemanan-nya baik itu membawa dampak positif dan yang buruk bisa membawa dampak negatif. berdoa aja bro supaya tidak tergoda oleh keinginan duniawi. thanks bro atas inspirasinya.

    BalasHapus