Senin, April 20, 2009

Pencemooh

Saya pernah merasa sedemikian resah, gelisah, dan kayaknya banyak yang mengganggu suasana hati saya. Gak mood. Bete. Sumuk. Gerah. Pokoknya nggak bahagia. Tapi, saya tidak tahu apa sebabnya. Itu membuat saya mencoba mencari, apa sih penyebabnya? Rasanya, hari ini mungkin saya temukan salah satu jawabannya.

Psa 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Kalau kita melihat Mazmur di atas, tampak bahwa orang yang demikian itu, adalah orang yang berbahagia. Sebaliknya orang yang :

  • berjalan menurut nasihat orang fasik
  • berdiri di jalan orang berdosa
  • duduk dalam kumpulan pencemooh

..... adalah orang yang tidak berbahagia.

Ketika saya baca ayat ini, saya mulai introspeksi. Dan saya temukan, banyak sekali saat-saat saya tidak berbahagia , terutama disebabkan point ke tiga. Ketika saya duduk dalam kumpulan pencemooh, saya dengar banyak racun-racun pikiran.

Ada orang yang mencemooh sesama pelayan Tuhan, ada orang yang mencemooh pimpinan rohaninya, ada orang yang mencemooh anak-anak rohaninya.

Huuuhhh... jadinya ikut suntuk. Jadinya ikut tidak puas. Jadinya ikut menggerutu. Dan Mazmur berkata dengan jelas, itu akan menyebabkan ketidakbahagiaan kita.

Di sisi lain, saya pun mulai berpikir. Jangan-jangan ada saat-saat dimana saya menyebabkan orang lain tidak berbahagia, ketika saya sedang mencemooh orang lain. Wow.. pikiran itu membuat saya berhenti sejenak dan introspeksi. Am I the problem? Apakah saya penggerutu? Pencemooh? Semoga tidak. Bila iya, saya akan bertobat sekarang juga.

Bagaimana dengan Anda? Bila Anda berada dalam kumpulan pencemooh, segeralah pergi dari situ. Namun bila Andalah yang pencemooh, segeralah tutup mulut Anda. Karena mulai sekarang, pasti saya tidak mau berada dalam lingkungan Anda.

4 komentar:

  1. I won't be the problem...

    BalasHapus
  2. ayo bertobat-bertobat...

    BalasHapus
  3. kayaknya beda tipis sama ngomongin orang ya?padahal klo emang iya, sering tho dibikin joke ? meskipun hanya dikalangan tertentu...(Hayo....tul ga Mas Don..?..He3x)

    BalasHapus
  4. Whewww.. bener tuh mas, semua kita terkadang begitu, jadi semua harus sama2 bertobat. Kadang aku pernah jadi pencemooh juga dan juga pernah di posisi orang yang mendengarkan cemooh itu. Tapi jika memang ada pemimpin yang tidak benar mungkin bisa diomongin ke atasan lagi, atau kita sama2 doain dia. Aminnnn

    BalasHapus