Selasa, April 07, 2009

Mengeluarkan Balok

Seorang Psikolog pernah mewawancarai kliennya begini:

  • Klien : "Suami saya baik sekali. Bila kami bertengkar dan ia salah, ia cepat-cepat mengakui kesalahannya dan minta maaf."
  • Psikolog : "Bagaimana kalau Nyonya yang salah?"
  • Klien : "Saya salah? Itu tidak mungkin terjadi, Pak."

Mungkin kita tertawa membacanya. Tapi sebenarnya, kita pun sering berbuat demikian. Banyak masalah di dunia ini terjadi karena kita memandang 'hanya' orang lain yang salah. Kita selalu benar.

Mat 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Dunia tidak membutuhkan lebih banyak lagi 'hakim-hakim'. Dunia butuh orang-orang yang bisa melihat balok di matanya sendiri. Dunia akan lebih baik jika setiap manusia memiliki kemampuan untuk introspeksi diri dan evaluasi diri.

Dalam hubungan sosial kita, baik di rumah tangga, di tempat kuliah, di kantor, kita akan selalu menemui orang yang tidak sempurna. Kita menemui banyak orang melakukan kesalahan. Dan reaksi alamiah kita adalah merasa kesal, sebal, dan tanpa disadari kita akan punya sebuah daftar nama. Daftar itu berisi nama orang dan kelemahan atau ciri-ciri jelek seseorang. Misalnya: Donni - terlalu pemalu, sering menjatuhkan barang, dll. Dan akhirnya kita berkesimpulan, "Dia orang yang buruk."

Biasanya daftar itu semakin panjang. Maka jadilah kita sebagai orang yang selalu memandang rendah orang lain, dan memandang diri sendiri hebat. Fokus kita adalah melihat selumbar di mata orang lain, dan melupakan balok di mata kita. Kalau sudah begini, kita sendiri yang akan menjadi orang yang menyebalkan di mata banyak orang.

Saya sendiri juga punya daftar itu. Ada nama-nama dan catatan-catatan kelemahan-kelemahan mereka. Tapi hari ini saya memutuskan untuk membuang daftar itu dari hidup saya dan berhenti mencari selumbar di mata orang lain. Lebih baik saya konsentrasi pada menyingkirkan balok di mata saya sendiri.

Mat 7:5 ..... keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar