Sabtu, April 04, 2009

Menerobos Samaria

Joh 4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

Jaman itu, orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Dan orang Samaria menyadari itu. Mereka benar-benar saling menghindari. Sampai-sampai, bila ada orang Yahudi yang bepergian dan kebetulan harus melewati wilayah Samaria, mereka akan memilih memutari wilayah itu. Hmmm.... bikin susah sendiri aja...

Tapi Tuhan mengasihi semua bangsa. Dan Yesus sendiri memerintahkan murid-muridNya untuk menjangkau semua bangsa termasuk Samaria.

Act 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Namun setelah kira-kira 8 tahun setelah peristiwa ini, Murid-murid belum ke Samaria. Mereka hanya menyebar di wilayah Yudea. Puji Tuhan, akhirnya Filipus mau menerobos wilayah Samaria, sehingga tergenapilah ayat di atas.

Act 8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.

Hasil dari pelayanan Filipus, ada jemaat yang kuat berdiri di Samaria. Dan Samaria tidak lagi dianggap hina. Mereka hidup dalam kesatuan Tuhan.

Act 9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Siapakah Samaria kita? Siapakah orang-orang yang kita hindari selama ini? Mungkin kita alergi pada anak-anak jalanan, narapidana, orang jompo, anak panti asuhan. Mungkin kita menghindari mereka. Atau lebih halus lagi, kita menghindari teman kuliah yang merokok, yang suka mabuk, yang beda keyakinan. Dalam konteks pergaulan itu benar, bila kita erat bergaul dengan mereka kebiasaan baik kita akan hilang .

1Co 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Tapi dalam konteks menjadi saksi Tuhan itu salah. Kita harus menjadi saksi kepada semua orang. Hidup kita harus kita bagi dengan mereka. Biarkan mereka melihat hidup kita, menilai kita, dan bertanya kepada kita, 'bagaimana cara hidup yang benar.' Kita harus menjadi teladan bagi mereka.

Isa 2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Saya punya kakak yang belum mengenal Yesus (i hope he's reading this..), dan mungkin dia adalah 'Samaria' saya. Saya menghindari percakapan tentang Yesus. Padahal mungkin dia merindukan kepenuhan dari kekosongan hatinya, yang hanya bisa diisi oleh Yesus. Hari ini saya mengerti bahwa saya pun harus menjadi saksi Tuhan bagi dia. Memberitakan Injil Keselamatan bagi dia.

Selidiki sekitar kita yuk, jangan-jangan Samaria kita ada di dekat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar