Kamis, April 09, 2009

Menanti (by Nina)

Dulu waktu saya masih ABG, malam Minggu adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu. Tiap malam minggu tiba, saya menunggu pacar saya datang. Sebagai cewek ABG, tentunya sambil nunggu-nunggu itu, saya melakukan aktivitas, ya mandi, ya luluran, ya deg-degan.. belum kalau hujan.. wah si ganteng datang gak ya…

Jaman dulu belum ada HP, Saya gak bisa nanya2, "Kamu sampai mana? Udah berangkat belum?" Saya hanya berpegang pada janjian dari pertemuan yang lalu.

Seperti seorang gadis ABG yang mau diapelin pacarnya, saat ini mungkin Anda sedang mengalami masa menunggu Tuhan. Menunggu Tuhan melakukan sesuatu, atau menunggu saat di mana Tuhan bekerja. Dan seperti halnya kita menunggu pacar, tentunya ada hal yang dilakukan secara khusus.

Isa 30:18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Ternyata dari ayat diatas, terbukti bahwa kerinduan itu ada di kedua belah pihak. Tuhan menanti-nantikan untuk mengasihi, dan kita harus menanti-nantikan untuk dibahagiakan. Dalam versi bahasa Inggris, ternyata kata menanti-nantikan ditulis dengan wait around, artinya menanti di sekitarnya.

Kalau kita menanti seseorang, secara fisik kita terpisah dari orang tersebut. Kita di rumah, dan orang tersebut ada di suatu tempat yang lain. Tetapi dalam menantikan Tuhan, ternyata Dia menghendaki supaya kita selalu berada dekat dengan Dia, menanti di sekitarNya. Artinya kita harus mengalami contact terus menerus denganNya. Mengapa harus terus contact dengan Dia, karena hanya Dia yang tahu saat dan waktu yang tepat bagi kita untuk menerima segala sesuatu yang Tuhan janjikan.

Jadi, menunggu Tuhan, tidak seperti seseorang yang sedang menunggu bis. Bisnya aktif bergerak dan penunggunya diam saja. Tetapi menunggu Tuhan, artinya kita ada di dekatNya, around Him, sambil bertanya, dan berkomunikasi dengan Dia.

Seperti seseorang pelayan yang sedang melayani seorang pembeli. Waitress yang baik, akan bertanya, "Mau makan apa? Minumnya yang dingin atau panas?" Sambil menunggu pembeli menentukan pilihannya, dia akan bertanya, "Apakah tempat duduknya sudah nyaman? Apakah jendelanya harus ditutup?

Ketika seorang pelayan menunggu customernya mengorder makanan, ada jeda, ada rentang waktu, mungkin pembeli harus memikir-mikir dulu apa yang mau dia beli. Semua bertujuan untuk menyenangkan pembelinya.

Pagi ini saya bernyanyi:

  • Tuhan kumau menyenangkanMu, Tuhan bentuklah hati ini, jadi bejana untuk hormatMu, cemerlang bagai emas murni
  • Tuhan kuserahkan hidupku, semua kuberikan padaMu, kuduskan, hingga kudus selalu, agar aku menyenangkanMu
  • MenyenangkanMu, senangkanMu, hanya itu kerinduanku... MenyenangkanMu, senangkanMu, hanya itu kerinduanku.

2 komentar:

  1. KEREN EUY....!!!!!sapa dulu adenya ???? ( Lho...ra ono hubungan-ne..)
    iseng buka internet, gara2 mumet buat laporan...eh malah dapet renungan yang paaassss... banget buat aku..thanks ya mbak nin..

    BalasHapus
  2. maria,surabaya
    wech...ckckckckkkk tambah menyala apinya n tambah sip ae.thx sis 4 this sermon have a bless me,deep in God more n more n more ...

    BalasHapus