Sabtu, April 18, 2009

Korban yang Luar Biasa

2Samuel 6:13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.

Menyambung renungan kemarin, saya iseng-iseng coba menghitung-hitung beberapa hal.

  • Berapa jarak dari rumah obed-Edom ke kota Daud? Dari beberapa literatur sejarah, saya temukan kira-kira jaraknya 7-14 mil (11,3-22,5 km). Kita bulatkan, anggap aja 20 km.
  • Berapa banyak lembu dan anak lembu gemukan yang dikorbankan? Kalau 6 langkah kita anggap 6 m. Maka 20 km terdiri dari 3333 kali berhenti untuk melakukan pengorbanan. Berarti ada 3333 ekor lembu dan 3333 ekor anak lembu gemukan.
  • Kira-kira berapa biayanya? Kalau kita anggap 1 ekor lembu harganya 8 jt rupiah, dan anak lembu gemukan 5 jt rupiah. Maka, untuk lembu biayanya = 26.664.000.000 rupiah. Untuk anak lembu gemukan 16.665.000.000 rupiah. Totalnya = Rp. 43.329.000.000,- Hmmm... 43 Milyar lebih.
  • Masih ada pertanyaan saya lainnya. Bagaimana cara membawa ternaknya? Kapan ngumpulinnya? Bagaimana membereskan hasil bakarannya? Siapa yang mberesin sisa-sisa mezbah dan kotoran-kotorannya? Daging hasilnya dikemanain semua?

Wow... bayangkan kerepotan yang ditimbulkan dari perjalanan ini. Sungguh ibadah yang repot dan mahal. Tapi semua itu Daud lakukan dengan sukacita.

2Samuel 6:12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.

Ini luar biasa!! Bagaimana dengan kita? Mau berangkat ke gereja, wah hujan. Repot ah, nanti sore aja kalau sudah gak hujan. Mau pelayanan, wah jauh, bensin mahal, dst. Atau seandainya tetap melakukan banyak hal dalam kerajaan Tuhan, kita melakukan dengan sungut-sungut.

2Samuel 6:15 Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.

Daud melakukan dengan luar biasa. Dan dengan dicontohi oleh Daud, seluruh orang Israel baru ikut melakukan. Daud dulu, baru orang Israel. Itu baru namanya teladan. That is leading by doing. Saya bisa gak ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar