Selasa, April 14, 2009

Anak Kesayangan

2Ti 2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

Dalam rumah saya, ada kamar yang menjadi tempat paling favorit saya. Kamar tidur. Dalam kamar itu semua barang-barang yang saya sukai ada di dalamnya. Seperangkat computer, lemari buku yang berisi buku-buku rohani, psikologi, kliping-kliping Koran, ada kulkas kecil, tv, dvd player, dan tempat tidur tentunya. Kamar ini enak sekali bagi saya. Saya suka disini lebih dari di tempat lain dalam rumah saya.

Tuhan juga mengumpamakan kerajaan Allah sebagai rumah yang besar. Ada berbagai perabot di dalamnya. Dari emas, perak, kayu, tanah. Itu mengibaratkan jenis-jenis anak Tuhan. Ada yang dipakai untuk maksud yang mulia, ada yang untuk maksud yang kurang mulia.

Jadi Tuhan punya tempat favorit. Tempat itu diisi oleh perabot yang mulia. Tuhan senang berdiam di situ. Maka diantara seluruh ciptaanNya kita tahu bahwa Tuhan punya umat kesayangan.

Ulangan 7:6 Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.

Dan diantara umat kesayangannya yaitu gereja Tuhan, lebih khusus lagi, Dia punya anak-anak kesayangan.

Amsal 8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;

Masalahnya, bagaimana cara menjadi anak kesayangan Tuhan? Kalau kita pelajari dari sekitar kita, anak-anak yang menjadi kesayangan orang tuanya memiliki ciri-ciri yang khas.

Pertama, anak kesayangan ini pasti ingin selalu berada di dekat orang tuanya. Bila mereka sudah berkeluarga, orang tuanya akan diboyongnya untuk tinggal di rumahnya. Paling tidak mereka akan sering sekali mengunjungi orang tuanya.

Kedua, anak kesayangan pasti tahu selera orang tuanya, sehingga mereka bisa memenuhi kehendak orang tuanya. Mereka tahu apa makanan kesukaan, pakaian, kehendak, perasaan orang tuanya.

Ketiga, anak kesayangan akan berusaha menyenangkan hati orang tuanya.

Sebagai anak Tuhan, apakah kita rindu selalu berada di hadiratNya? Apakah kita tahu selera Bapa? Apakah kita berusaha menyenangkan Tuhan? Mari kita berusaha menjadi anak kesayangan Tuhan, menjadi perabot yang mulia, sehingga hidup kita menjadi tempat favorit dimana Tuhan berdiam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar