Sabtu, Maret 28, 2009

Pesona Facebook

Col 4:5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.

Tadi pagi saya baca artikel di Kompas, tentang seorang anak yang bikin puisi untuk ibunya. Judulnya "Ibuku dan Fesbuk". Isinya sangat menggelitik perasaan saya. Di puisi ditulis betapa ibunya itu menggilai Fesbuk. Bangun tidur ngeliat Fesbuk, sebelum mandi, sesudah mandi, sebelum makan, sesudah makan, sebelum berangkat kerja, dst... sampai sebelum tidur, buka Fesbuk. Dan anak itu iri karena hubungan Ibunya dengan Fesbuk mengalahkan hubungan Ibunya dengan dia.

Wow... jangan-jangan kita-kita ini termasuk golongan ibu itu...lho. Facebook memang dahsyat. Ia bisa mempertemukan kembali dengan teman lama, mengintensifkan komunikasi, melihat orang lain sedang melakukan apa, dan masih banyak lagi.

Namun banyak juga bahayanya. Kita bisa termenung saja melihat kembali ke masa lalu dan lupa melangkah di masa kini. Ia juga seperti menyihir kita untuk terus 'mengupdate' status. Dan otomatis melihat yang lainnya, bikin comment2 yang setelah dipikir2 sebenernya sangat gak penting.

Mat 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Trus, kalau kita bandingkan dengan waktu untuk Tuhan, berapa lama kita sanggup bertahan untuk berdoa? Bandingkan dengan waktu bersama Facebook. Haha.... bisa-bisa Tuhan tersisih jauuuuhh dari Facebook.

Yuk kita rame2 tersadar dari sihir ini. Saya suka facebook, tapi saya mau komitmen pada diri saya untuk hanya membuka facebook seperlunya. Mungkin 3 hari sekali atau seminggu sekali. Bisa gak ya?....

1Pe 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

1 komentar:

  1. Bener, sekarang semua orang juga pada gila2 ama FB. Untungnya di kantor aku ngak bisa buka karena di block, coba kalo ada wah wah.. bisa2 gw bisa jadi salah satu orang seperti ibu si anak itu. Wahh jangan sampe deh, apalagi lebih mencintai FB dari hubungan dengan Tuhan. GOD is number 1 in our life. We are on the move...

    GBU

    BalasHapus