Senin, Maret 16, 2009

Reputation

Reputasi adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Dalam bisnis, politik, pelayanan, dan semua bidang lain terbukti bahwa orang atau perusahaan yang reputasinya baik akan  dimudahkan jalan-jalannya.

Tit 1:6 A spiritual leader must have a good reputation..... Tit 1:7 Because a bishop is a supervisor appointed by God, he must have a good reputation.....(GW)

Mari kita selidiki diri kita. Bagaimana reputasi Anda?

1. Reputasi kita di mata Allah

Job 1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Ayub punya reputasi yang baik di mata Allah. Bagaimana dengan Anda? Ingat, Tuhan mengenal kita seutuhnya sampai hati dan pikiran kita yang terdalam. Penilaian Tuhan adalah 'The Real You'.

Psa 139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Psa 139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Psa 139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Psa 139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Psa 139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Psa 139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Siapakah Anda di mata Allah? Hati-hati dgn penilaianNya. Kadang yg kita rasakan berbeda dgn apa yg Dia nilai.

Mat 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Mat 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 

Bisa jadi kita merasa sudah melakukan banyak hal, tapi ternyata tidak berarti di mata Tuhan.

2. Reputasi di mata Iblis.

Ada contoh tentang anak-anak Skewa. Bagaimana reputasi mereka di mata Iblis?

Act 19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" Act 19:16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. 

Bacalah buku "Pengejek Tuhan" oleh Stephen Hill. Dalam salah satu babnya diberi judul : Daftar Lucifer: Apakah anda dikenal di neraka? Dia menulis demikian.
  • Semua orang menginginkan namanya tercantum dalam kitab kehidupan. Tp saya juga menginginkan nama saya tertulis dalam suatu buku lain. Buku catatan Lucifer. Anda bisa bayangkan apakah iblis bangun pagi, sarapan, dan mulai memikirkanmu? Dan ketika kamu bangun apakah yang akan Iblis katakan tentang kamu. Dia bilang, 'Ya Ampun, dia sudah bangun lagi!'... Atau sebaliknya? 'Asyik dia sdh bangun, lets work together!!'
Iblis tidak maha tahu. Dia tidak bisa mengetahui perasaan dan pikiran kita. Tapi dia bisa melihat apa yg kita perbuat saat orang2 lain tidak ada yg melihat. Sehingga dia punya bahan untuk 'menuduh' kita, untuk dijadikan senjata dalam melawan kita.

1Pe 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

3. Reputasi di mata manusia.

Your God is what other see through you.

Apa yg kita lakukan akan mempengaruhi penilaian orang lain ttg Tuhan kita.

1Co 8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

1Co 8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Paulus rela mengorbankan kesenangannya demi reputasi.

Ada beberapa hal yg membentuk reputasi kita:

1. Tindakan kita sehari2 (kebiasaan dlm melakukan sesuatu/menanggapi suatu peristiwa).
2. Perkataan sehari2 (reaksi yg terwujud dalam perkataan/tulisan)
3. Buah/karya/hasil yg muncul (anak rohani, nilai ujian, keadaan rumah tangga, dll)
4. Konsistensi dan proses yg lama.

Namun reputasi kita di hadapan manusia tidak selalu valid. Karena manusia hanya melihat hal2 yg bisa dilihat di tempat terang. Kita tidak boleh puas dengan good reputation yg diberikan manusia. Karena itu bisa menjadi jerat bagi kita.

Krn itu ada kalanya kita tidak harus memperhatikan reputasi kita di hadapan manusia apabila ada hal2 tertentu.

a. Kita hrs perhatikan reputasi di hadapan mns bila itu menyangkut citra Tuhan di hadapan manusia lain.

1Ti 3:2 A bishop must have a good reputation. He must have only one wife, be sober, use good judgment, be respectable, be hospitable, and be able to teach.

Cara hidup kita, cara berpakaian, cara bicara, jgn sampai jadi batu sandungan.

Mat 17:27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Yesus memperhatikan reputasinya. Dia membayar pajak agar diriNya jangan dianggap sebagai pemberontak.

b. Tp kita hrs abaikan reputasi ini bila menyangkut pelanggaran thd hukum Tuhan. 

Adakalanya kita harus tidak mempedulikan reputasi kita di hadapan manusia. Contoh dari Yesus sendiri:

Mat 15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: Mat 15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Mat 15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" Mat 15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. Mat 15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang." 

Pada ayat 12 murid-murid Yesus mengingatkan Yesus agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi. Tapi reaksi Yesus? Biarkan aja!!! Yesus bisa tidak mempedulikan reputasinya di hadapan manusia apabila menyangkut penegakan kehendak Allah.

Bgmn reputasi kita? di mata Allah, Iblis, manusia?

Eph 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

1 komentar:

  1. Wah.. aku sangat diberkati sekali dengan renungan khotbahnya mas Doni.. Memang benar dengan reputasi kita harus dijaga baik di hadapan manusia dan Tuhan. Saat kita menghadapi masalah, kata2 apa yang akan keluar dari mulut kita?? Jangan sampe jadi batu sandungan buat orang2 yang belum percaya dan orang2 yang percaya juga. Moga aja kita semua belajar untuk menjadi yang terbaik dalam kehidupan kita.
    GBU all

    BalasHapus