Senin, Maret 23, 2009

Pesta Ulang Tahun (2) Kaleb

Kaleb

Yos 14:10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. 12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN." 13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.

Pada hari ulang tahunnya, apa yang dilakukan Kaleb?

  • Ia mengingat janji Tuhan. Janji itu diberikan Tuhan melalui perantaraan Musa. Dan ia terus mengingatnya. Banyak orang tidak ingat akan janji-janji Tuhan. Bagaimana bisa menagih janji kalau tidak ingat janjinya?

  • Ia bersyukur. Ia sadar bahwa semuanya karena Tuhan. Banyak orang tidak bisa bersyukur karena hanya selalu melihat ke depan. Kaleb bisa melihat ke belakang dan menyadari betapa Tuhan sudah menolongnya.

  • Ia berpikir, 'Apa yang masih bisa kulakukan untuk Tuhan?' Kaleb masih mau berperang dalam usianya yang sudah 85. Banyak orang tidak lagi berpikir seperti Kaleb. Mereka berpikir sebaliknya, "Tuhan...!!! Kau belum melakukan ini dan itu untukku!!!"

Kehidupan Kaleb sangat bertolak belakang dengan Herodes (dalam artikel sebelumnya). Kaleb selalu berfokus kepada Tuhan. Ia ingat janji Tuhan, ia bersyukur pada Tuhan, dan ia mau melakukan apapun untuk Tuhan.

Kadang dalam kegiatan saya yang padat, saya merasa capek. Setelah Senin sampai Sabtu pagi sampai sore bekerja, masih harus datang dalam kegiatan-kegiatan rohani. Beres-beres alat musik, persiapan kotbah yang menyita waktu, belajar, baca, doa, pergi sama anak istri, dll. Tapi setelah saya melihat kehidupan si Mbah Kaleb ini ... semangat saya menjadi timbul kembali. Saya mau melayani Tuhan dengan segenap kekuatanku. Mari kita ikuti jejak Kaleb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar