Sabtu, Maret 14, 2009

Do Something Huge (2)

Doing something is the first step, the next step is we have to do something huge.

Tuhan merancang manusia untuk melakukan pekerjaan yang besar.

Joh 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 
Joh 14:12 "I can guarantee this truth: Those who believe in me will do the things that I am doing. They will do even greater things because I am going to the Father.

Tokoh-tokoh di Alkitab adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan raksasa. Misalnya: Nuh membangun bahtera, Musa memimpin Israel keluar, Yosua merebut tanah perjanjian, Ester, Daud, Daniel, Paulus, dll.. banyak...

Kita akan belajar dari Daniel (Dan 6:4-12)

Dan 6:4 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. 5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!" 7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! 8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. 9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu. 11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

Daniel punya 3 kualitas yang harus kita tiru:

A. Discipline

11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 

Daniel adalah org yg tertib dan disiplin. Dia doa, makan, kerja, dll dengan teratur, sehingga orang bisa melihat bahwa dia org yg tertib. Dan ternyata banyak orang merasa terancam krn ketertibannya. Saya bisa bayangkan bahwa pasti dia orang yang anti korupsi.

Orang yang disiplin pasti tunduk pada peraturan dan mau diajar. Perhatikan bahwa orang yang sudah sangat ahli pun butuh pelatih, sebut saja: David Beckham, Ronaldo, Michael Jordan, Tiger Woods.

Dalam disiplin juga terkandung ketertiban. Tertib mengatur waktu, menjalankan rencana, dll. Org yg tidak tertib waktu jarang yg mencapai sukses maksimal. Dalam kasus Zakheus (artikel d0 something) terlambat berkata ya = berkata tidak, begitu pula dalam banyak kasus kehidupan kita.

B. Commitment

Needs more than discipline to do something BIG

Daniel berada dlm lingkungan yg bukan habitatnya. Tapi dia tetap mengabdi, melakukan yg terbaik, do the best, dan dia commit dgn apa yg dia kerjakan. Sehingga:

5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 

Menurut saya, komitmen adalah pernyataan kepada diri sendiri, untuk tidak berhenti melakukan sesuatu sampai berhasil.

Sebuah lembaga survei (AON), mengeluarkan sebuah alat ukur untuk mengukur komitmen pekerja dalam perusahaan (Worksforce Commitment Index). Dalam WCI ini terkandung beberapa pertanyaan yang dapat untuk kita pakai sebagai acuan, apakah kita orang yang punya komitmen, terhadap Tuhan, gereja, perusahaan, perkawinan kita?

Pertanyaannya:
1. Apakah anda merasa bertanggungjawab pada perusahaan atau pimpinanmu?
2. apakah anda bangga atas produk perusahaanmu?
3. apakah anda berusaha meningkatkan kinerjamu?
4. apakah anda berketetapan utk bekerja di perusahaan ini di tahun2 ke depan?
5. apakah anda akan merekomendasikan perusahaan ini sebagai tempat yg baik utk bekerja?
6. apakah anda akan tetap tinggal di perusahaan ini apabila ada tawaran gaji yg lebih baik? apakah anda tinggalkan perkawinanmu?
(disadur dari AON, Workforce Commintment Index)

Jadilah orang yg punya komitmen. Cintai tempat dimana Anda berkarya. Jadilah orang yang setia, commit,  mengabdi, melakukan yg terbaik.

C. Covenant

Bila disiplin itu tertib melakukan segala sesuatu, dan komitmen itu setia melakukan sesuatu sampai berhasil, maka covenant itu setingkat lagi lebih tinggi dari komitmen.

Dalam covenant, APAPUN yang terjadi baik itu gagal atau berhasil, i will stay. Aku akan terus melakukannya, aku akan terus membangun dan tidak menyerah. Covenant adalah kesetiaan yg total (kasarnya yg buta). APAPUN.. sukses atau gagal i will stay with you.

Contoh Covenant: 

Rut kepada Naomi, Rut berkata:
a. i will never leave you...
b. i will never turn away from you...c. i will go where you go, i will stay where you stay

Saya sendiri pernah mengeluarkan pernyataan di depan gembala gereja saya, bahwa jika seandainya semua orang keluar dari gereja ini (karena berbagai macam hal), dan hanya ada keluarga gembala saya yang tetap tinggal. Maka paling tidak masih ada satu keluarga lagi yaitu keluarga saya. Itulah covenant. I challange you to do this. 

Itu terhadap gereja dan gembala. Apalagi kepada Tuhan Yesus !!!
Beranikah saudara berkata:
- Seandainya aku sampai tua gak punya istri, aku tetap gak akan mencari yg tidak seiman!
- Seandainya usahaku bangkrut sampai dipenjara, aku gak akan ke dukun. Aku akan cari apa yg salah dlm diriku, di hadapan Tuhan.

Dalam kisah Rut, ada saudara (ipar) nya yg bernama Orpa.

Rth 1:14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.

Orpa: hanya 'pernah' melakukan covenant. Tapi orang yang hanya 'pernah' melakukan covenant adalah orang yang tidak covenant. Covenant berlaku seumur hidup. Sama seperti pernikahan.

Tuhan menuntut disiplin, komitmen, dan covenant Anda. Let's do something huge.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar